Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 24 Mei 2018 | 19.20 WIB

Kemenag Siapkan Rp 4,5 Miliar untuk Dana Bantuan Pengabdian Masyarakat

Menag Lukman Hakim Saifuddin. Kementerian Agama menggelontorkan Rp 4,5 miliar anggaran untuk program pengabdian masyarakat. - Image

Menag Lukman Hakim Saifuddin. Kementerian Agama menggelontorkan Rp 4,5 miliar anggaran untuk program pengabdian masyarakat.

JawaPos.com - Dana bantuan Program Pengabdian kepada Masyarakat bagi dosen Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) siap dikucurkan. Tahun ini, Kementerian Agama (Kemenag) mengalokasikan anggaran Rp 4,5 miliar untuk bantuan program tersebut.


Hal ini terungkap dalam 'Temu Konsultasi Jaringan Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah' yang digelar Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) di Jakarta. Acara yang diikuti para dosen utusan dari PTKI se-Indonesia, calon penerima dana bantuan ini berlangsung sampai Kamis (24/5).


Dirjen Pedidikan Islam Kamaruddin Amin meminta agar kualitas pengabdian terus ditingkatkan. Sebab, pendidikan yang berkualitas dapat merespons kebutuhan masyarakat yang selalu dinamis.


"Kita memiliki banyak hasil penelitian, temuan, namun belum terpublikasi dengan baik. Maka dari itu, kita harus dapat mengelola pengetahuan kita," ujar Kamaruddin dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Kamis (24/5).


"Manajemen pengetahuan agar apapun yang kita dampingi, teliti, dan kita lakukan dapat menjadi inspirasi untuk orang lain serta dapat memberi manfaat lebih banyak lagi," imbuhnya.


Kepada para calon penerima bantuan, Direktur Diktis Arskal Salim mengingatkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat harus menjunjung aspek kualitas. Hal itu dapat diukur dari sejauh mana dampak program terhadap masyarakat.


"Semakin lama efek tersebut membekas maka semakin baik kualitasnya," kata Arskal.


Para dosen PTKI penerima bantuan adalah mereka yang telah mengirim proposal dan dinyatakan lolos seleksi pada tahun 2017. Proses pendampingan mereka akan terbagi dalam beberapa klaster, yaitu pondok pesantren, madrasah, masjid, komunitas, dan service learning.


"Semua pendampingan itu dalam rangka penguatan moderasi Islam bersama masyarakat grass root," kata Kasubdit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Suwendi.


Menurut Kasi Penelitian, Mahrus, pembagian klaster tersebut berbasis pada hasil riset awal yang dilakukan oleh para dosen PTKI. "Saat ini, pengabdian kepada masyarakat didorong harus berbasis riset. Dalam konteks itu diharapkan mampu lebih punya perspektif keilmuan dalam pendampingannya," ujarnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore