
Menag Lukman Hakim Saifuddin. Kementerian Agama menggelontorkan Rp 4,5 miliar anggaran untuk program pengabdian masyarakat.
JawaPos.com - Dana bantuan Program Pengabdian kepada Masyarakat bagi dosen Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) siap dikucurkan. Tahun ini, Kementerian Agama (Kemenag) mengalokasikan anggaran Rp 4,5 miliar untuk bantuan program tersebut.
Hal ini terungkap dalam 'Temu Konsultasi Jaringan Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah' yang digelar Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) di Jakarta. Acara yang diikuti para dosen utusan dari PTKI se-Indonesia, calon penerima dana bantuan ini berlangsung sampai Kamis (24/5).
Dirjen Pedidikan Islam Kamaruddin Amin meminta agar kualitas pengabdian terus ditingkatkan. Sebab, pendidikan yang berkualitas dapat merespons kebutuhan masyarakat yang selalu dinamis.
"Kita memiliki banyak hasil penelitian, temuan, namun belum terpublikasi dengan baik. Maka dari itu, kita harus dapat mengelola pengetahuan kita," ujar Kamaruddin dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Kamis (24/5).
"Manajemen pengetahuan agar apapun yang kita dampingi, teliti, dan kita lakukan dapat menjadi inspirasi untuk orang lain serta dapat memberi manfaat lebih banyak lagi," imbuhnya.
Kepada para calon penerima bantuan, Direktur Diktis Arskal Salim mengingatkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat harus menjunjung aspek kualitas. Hal itu dapat diukur dari sejauh mana dampak program terhadap masyarakat.
"Semakin lama efek tersebut membekas maka semakin baik kualitasnya," kata Arskal.
Para dosen PTKI penerima bantuan adalah mereka yang telah mengirim proposal dan dinyatakan lolos seleksi pada tahun 2017. Proses pendampingan mereka akan terbagi dalam beberapa klaster, yaitu pondok pesantren, madrasah, masjid, komunitas, dan service learning.
"Semua pendampingan itu dalam rangka penguatan moderasi Islam bersama masyarakat grass root," kata Kasubdit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Suwendi.
Menurut Kasi Penelitian, Mahrus, pembagian klaster tersebut berbasis pada hasil riset awal yang dilakukan oleh para dosen PTKI. "Saat ini, pengabdian kepada masyarakat didorong harus berbasis riset. Dalam konteks itu diharapkan mampu lebih punya perspektif keilmuan dalam pendampingannya," ujarnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
