Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 24 Mei 2018 | 00.13 WIB

Kurang Representatif, Pemkot Solo Bakal Rombak Shelter Jaya Wijaya

SEPI: Kondisi shelter Jaya Wijaya, Mojosongo yang mulai ditinggalkan pedagang karena sepi pembeli. - Image

SEPI: Kondisi shelter Jaya Wijaya, Mojosongo yang mulai ditinggalkan pedagang karena sepi pembeli.

JawaPos.com - Pemkot Solo berencana merombak shelter Jaya Wijaya Mojosongo, Jebres, Solo, Jateng. Langkah ini dilakukan karena kondisi shelter sudah tidak representatif dan tidak selaras lagi dengan taman Jaya Wijaya yang ada di sisi baratnya. Perombakan dilakukan untuk meningkatkan aktivitas jual beli di selter tersebut. 


Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo mengungkapkan, bahwa kondisi shelter Jaya wijaya cukup sepi. Hal ini salah satunya disebabkan penataan shelter yang tidak sesuai. Sehingga, banyak calon pembeli yang enggan masuk ke shelter. Kondisi inilah yang kemudian membuat banyak pedagang memilih hengkang karena terus merugi. 


"Selama ini hanya pedagang yang berjualan di shelter di bagian depan saja yang ramai. Sementara yang belakang sepi, dan akhirnya banyak pedagang yang memilih tutup," ungkap Rudy, Rabu (23/5).


Melihat kondisi tersebut, Rudy pun berinisiatif untuk melakukan penataan ulang dengan harapan shelter bisa kembali ramai. Beberapa alternatif sudah muncul untuk penataan shelter tersebut. 


Salah satunya yakni dengan melakukan pembongkaran bangunan shelter yang ada di bagian depan. Selanjutnya bekas shelter tersebut akan difungsikan untuk lahan parkir. Sementara shelter bagian belakang dibiarkan untuk menampung pedagang.


"Opsi yang lain adalah membongkar shelter dan memindahkan pedagang ke tempat yang lebih representatif," ucapnya. Tetapi, alternatif tersebut nantinya akan dibahas lebih lanjut dengan dinas terkait dan juga masyarakat sekitar. 


Diharapkan dengan adanya penataan nantinya, aktivitas di shelter bisa kembali meningkat. Sehingga banyak pedagang yang kembali berjualan di shelter. Salah seorang pedagang yang berjualan di sebelah barat shelter, Sita, 44, mengakui jika kondisi shelter memang sepi. "Kondisinya memang sepi, setiap hari juga sepi," ucapnya.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore