
Weton Ini Disebut Pemilik Energi Gaib Sejak Lahir Menurut Primbon Jawa (FREEPIK)
JawaPos.com - Di balik perjalanan hidup manusia, kepercayaan spiritual Jawa meyakini adanya energi tak kasatmata yang ikut menyatu dalam raga dan jiwa seseorang.
Energi ini bukan sekadar aura biasa, melainkan pusaka gaib—daya metafisik yang tidak berwujud, namun dipercaya mampu memancarkan karisma, perlindungan, dan kekuatan batin luar biasa.
Pusaka semacam ini tidak bisa dilihat atau dipegang, tetapi pengaruhnya terasa kuat dalam laku hidup pemiliknya.
Seperti yang diungkap dalam tayangan spiritual kanal YouTube Primbon Cirebon, pusaka gaib tidak sembarang memilih wadah.
Hanya weton-weton tertentu yang dinilai memiliki keseimbangan energi, cakra, dan watak batin yang mampu menampung kekuatan tersebut.
Menurut Primbon Jawa, ada enam weton yang dipercaya terlahir sebagai pemilik pusaka sakti yang telah menyatu dalam tubuhnya sejak lahir.
Berikut ulasan keenam weton tersebut, disusun dengan penomoran seperti yang diminta.
1. Sabtu Kliwon

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
