Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 25 Juli 2025 | 13.05 WIB

Perlu Hari-hati! Ini Beberapa Weton yang Diprediksi Alami Kesialan di Tahun 2025 Berdasarkan Primbon Jawa

Shio yang diramalkan alami kesialan (freepik) - Image

Shio yang diramalkan alami kesialan (freepik)

 
JawaPos.com - Setiap manusia dilahirkan dengan garis kehidupan yang unik. Dalam tradisi Jawa, waktu lahir yang mencakup hari dan pasaran dikenal sebagai weton, dan dipercaya membawa energi serta pengaruh terhadap nasib seseorang.
 
Weton bukan sekadar penanda waktu, tetapi sebuah cermin spiritual yang memengaruhi perjalanan hidup, baik dari sisi rezeki, jodoh, maupun ujian kehidupan.
 
Menurut primbon Jawa, tahun 2025 diprediksi menjadi periode dengan getaran energi yang kuat dan tidak selaras bagi beberapa weton tertentu.
 
Ujian berupa kesialan finansial, konflik batin, hingga gangguan spiritual diyakini akan mewarnai perjalanan mereka.
 
Namun, kesialan bukanlah akhir, melainkan peringatan agar kita memperkuat spiritualitas dan kesiapan diri.
 
Berikut ini lima weton yang diramalkan menghadapi masa sulit di tahun 2025, lengkap dengan ciri dan solusi spiritualnya yang dirangkum dari kanal YouTube BERKAH HISTORY pada Kamis (24/07).
 
 
1. Selasa Wage: Masa Tedas yang Melemahkan Energi Kehidupan
 
Selasa Wage dikenal sebagai weton pejuang yang tangguh dan berprinsip.
 
Namun di tahun 2025, energi neptu 7 dari Selasa Wage mengalami benturan dengan getaran spiritual tahun tersebut yang bersifat menekan.
 
Dalam istilah Jawa, kondisi ini disebut sebagai kolopati kecil, yakni masa kehilangan atau ujian kecil yang berulang-ulang.
 
Hal ini membuat banyak aspek kehidupan menjadi tidak stabil.
 
Ciri-ciri kesialan yang kerap muncul antara lain rezeki yang tiba-tiba terhenti, usaha mengalami kerugian, kerap kehilangan barang penting, hingga merasa dijauhi oleh orang terdekat.
 
Secara fisik, mereka dapat merasakan kelelahan berkepanjangan meski tidak melakukan aktivitas berat.
 
Secara batin, mereka terasa jauh dari ketenangan dan mudah dilanda rasa ragu serta kecewa.
 
Untuk menangkalnya, disarankan melakukan puasa weton setiap Selasa Wage, membaca Surah Al-Waqi'ah setiap malam, dan menanam pohon sirih atau pandan di depan rumah untuk meredam energi negatif.
 
Sedekah kepada anak yatim dan lansia setiap hari Wage juga dipercaya sebagai penyeimbang energi.
 
Hindari menyimpan barang milik orang yang telah wafat di bawah tempat tidur.
 
 
2. Jumat Legi: Ujian dari Lisan dan Emosi yang Tidak Terkendali
 
Jumat Legi merupakan weton yang memiliki karisma alami, disukai banyak orang, dan sering menjadi penengah dalam konflik.
 
Sayangnya, di tahun 2025 mereka akan diuji dalam hal pengendalian emosi dan ucapan.
 
Primbon menyebutkan bahwa kekuatan kata-kata Jumat Legi justru bisa menjadi bumerang jika tidak dijaga.
 
Tanda-tanda kesialan yang muncul antara lain konflik sosial, dikhianati oleh sahabat, keputusan finansial yang salah langkah, serta rezeki yang datang cepat tetapi habis begitu saja.
 
Mereka juga cenderung menyesali keputusan yang diambil secara impulsif.
 
Spiritualitas mereka sedang terganggu oleh ketidakseimbangan energi batin, yang menyebabkan kehilangan arah dalam berkomunikasi dan bertindak.
 
Solusi spiritual yang dianjurkan adalah memperbanyak selawat Jibril setiap malam Jumat, tidur lebih awal dan bangun sebelum subuh untuk salat tahajud, serta menghindari perdebatan yang tidak perlu.
 
Selain itu, disarankan menyedekahkan makanan kepada anak kecil atau burung liar sebagai bentuk penyelarasan energi batin yang positif.
 
3. Rabu Pahing: Tahun Bayangan Penuh Fitnah dan Kesalahpahaman
 
Weton Rabu Pahing dikenal cerdas, rasional, dan cepat dalam pengambilan keputusan.
 
Namun, pada tahun 2025, mereka memasuki tahun bayangan — masa di mana segala niat baik justru disalahpahami oleh lingkungan.
 
Ini merupakan salah satu fase tersulit dalam siklus weton mereka.
 
Gejala yang umum terjadi adalah sering difitnah, mengalami kegagalan dalam proyek penting, serta kehilangan kepercayaan dari pasangan atau atasan.
 
Walaupun mereka bekerja keras, hasil yang diperoleh cenderung tidak sebanding.
 
Mereka juga mudah tersulut emosi dan merasa kesepian secara batin.
 
Untuk memperkuat energi spiritualnya, disarankan melakukan ruatan ringan setiap hari Rabu Pahing, mandi kembang tujuh rupa, serta membaca Surah Al-Kahfi setiap malam Jumat.
 
Rutin salat duha dan bersedekah sebelum zuhur juga sangat baik dilakukan.
 
Hindari mengambil keputusan besar selama bulan Sura dan Rejeb karena energi bulan tersebut tidak bersahabat untuk weton ini.
 
 
4. Senin Pon: Keterasingan Batin dan Hilangnya Arah Hidup
 
Senin Pon memiliki karakter yang halus, peka, dan penuh intuisi.
 
Akan tetapi, ketika energi kosmis tidak selaras, mereka mudah merasa terasing dan kehilangan arah.
 
Tahun 2025 diprediksi menjadi masa gelap secara batin bagi weton ini, ditandai dengan kehilangan semangat dan motivasi hidup.
 
Tanda-tanda lainnya adalah sering merasa sedih tanpa sebab, tenggelam dalam penyesalan masa lalu, dan hubungan percintaan yang berjalan rumit tanpa kejelasan.
 
Mereka juga kerap merasa tidak punya pegangan dalam hidup, padahal telah mencoba berbagai hal. Ini menunjukkan bahwa mereka berada dalam fase ruwat batin.
 
Upaya penyelamatan dapat dimulai dengan membaca aling sirah (zikir rasa syukur) pagi dan malam, menulis jurnal rasa syukur setiap hari, serta menghindari musik dan tayangan bernuansa sedih.
 
Perbanyak dzikir setelah subuh, konsumsi air putih dengan doa pembuka rezeki, dan bersedekah dengan barang kesayangan untuk mengangkat kembali energi positif dalam hidup mereka.
 
5. Kamis Kliwon: Energi Gaib yang Mengusik dan Mengganggu Keharmonisan
 
Kamis Kliwon merupakan salah satu weton dengan neptu besar, yang biasanya membawa keberuntungan spiritual.
 
Sayangnya, tahun 2025 menjadi tahun dengan banyak gangguan gaib dan konflik energi bagi mereka. Hal ini terjadi karena benturan neptu dengan siklus spiritual tahun tersebut.
 
Gejala yang sering muncul antara lain mimpi bertemu almarhum, gangguan kesehatan yang tidak terdeteksi secara medis, rumah terasa berat dan mudah rusak, serta emosi yang naik-turun tanpa alasan jelas.
 
Ini merupakan tanda-tanda adanya ketidakseimbangan antara tubuh dan batin yang disebabkan oleh tekanan energi negatif dari luar.
 
Solusinya adalah rutin melakukan salat tahajud, membaca Ayat Kursi tujuh kali sebelum tidur, dan meminum air doa Surah Yasin setiap malam Jumat.
 
Dianjurkan juga meletakkan daun bidara di bawah bantal sebagai pelindung spiritual.
 
Hindari menyimpan lukisan besar atau foto orang dalam kamar tidur.
 
Lakukan ruatan diri dengan doa pembersih energi seperti, “Ya Allah, keluarkan segala yang gelap dari tubuh dan rumahku.”
 
***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore