
Ilustrasi weton bertelapak tangan emas (freepik)
JawaPos.com - Konon, dalam budaya Jawa yang turun-temurun melalui kitab Primbon, ada orang-orang tertentu yang disebut memiliki "telapak tangan orang kaya".
Bukan karena nasib semata, melainkan karena weton kelahirannya menyimpan takdir besar—garis tangan yang mencerminkan keberuntungan luar biasa dan potensi hidup bergelimang rezeki.
Garis telapak tangan ini disebut membawa energi kekayaan, dan mereka yang memilikinya kerap kali tumbuh menjadi pribadi yang tak hanya kaya harta, tapi juga kaya jiwa: pemurah, dermawan, dan berwibawa. Mereka tidak hanya sukses secara materi, tapi juga disegani dan dihormati dalam lingkungannya.
Dilansir dari kanal YouTube Pandawa Cirebon, Selasa (22/7), berikut adalah enam weton yang disebut memiliki telapak tangan orang kaya raya:
Weton ini memiliki neptu 16, angka yang cukup tinggi dalam Primbon Jawa. Sejak kecil, mereka sudah menunjukkan ciri-ciri khas seorang pemimpin: disiplin, bertanggung jawab, dan dermawan. Mereka bukan hanya hidup mewah, tapi juga tetap peduli pada orang lain. Dalam situasi sulit pun, Sabtu Pon tetap mampu menolong sesama. Karakter inilah yang memperkuat aura kekayaan yang mereka miliki. Mereka dijuluki sebagai pemilik telapak tangan sultan, karena rezeki terus mengalir tak henti. Orang-orang dengan weton ini dikenal memiliki keberuntungan alami, seolah semesta mendukung langkah mereka menuju puncak kejayaan.
Dengan neptu 12, Senin Kliwon membawa energi kecerdasan dan welas asih. Orang-orang dengan weton ini dikenal sopan, ramah, amanah, dan pekerja keras. Mereka mengutamakan keluarga dan tetap rendah hati dalam kesuksesan. Rezeki mereka seperti sungai yang terus mengalir deras—tidak hanya berkah untuk diri sendiri, tapi juga bagi orang di sekitar. Mereka berada dalam naungan lintang kekayaan, menjadikan hidup mereka kerap dipenuhi kejutan finansial yang positif. Tak heran jika mereka disebut memiliki telapak tangan orang kaya, karena kemakmuran selalu datang dari arah yang tak terduga.
Neptu 12 pada weton ini juga membawa keselarasan spiritual dan material. Rabu Legi dikenal sebagai pribadi yang jujur, disiplin, dan bersih hati. Mereka mudah disukai, dan keberkahan mereka sering ‘menular’ kepada orang-orang terdekat. Bahkan ketika usia menua, rezeki mereka justru semakin bertambah. Garis telapak tangan mereka seolah menjadi saluran rezeki, yang tidak hanya menguntungkan diri sendiri tapi juga membawa manfaat untuk lingkungan sekitarnya. Weton ini menjadi lambang bahwa kekayaan sejati berasal dari hati yang bersih dan tangan yang terbuka.
Dengan neptu 16, weton ini memiliki aura wibawa dan ketegasan luar biasa. Mereka dikenal sebagai pemegang cakra mahkota langit, simbol dari karisma dan kekuatan batin tinggi. Orang-orang dengan weton ini membawa energi positif yang mengangkat orang di sekitarnya. Rezeki mereka datang deras, stabil, dan terus meningkat dari waktu ke waktu. Kamis Kliwon kerap dikaitkan dengan unsur air dan tanah, elemen yang melambangkan kekayaan dan stabilitas. Mereka ditakdirkan memegang "segel telapak tangan kaya raya", menjadikan hidupnya layak disebut istimewa sejak lahir.
Dengan neptu 12, Selasa Pahing adalah weton dengan cita-cita tinggi yang hampir selalu tercapai. Mereka gigih, bersemangat, dan sangat terfokus pada tujuan. Rezekinya mengalir dari segala penjuru, bagaikan hujan yang turun di musim kemarau. Mereka mampu mengumpulkan kekayaan dengan cara yang bermartabat. Dikenal dermawan, weton ini disenangi banyak orang dan kerap menjadi tumpuan dalam lingkungan sosialnya. Telapak tangan mereka mengandung energi pemanggil kemakmuran, yang membawa rezeki deras tanpa henti sepanjang hidup.
Meski memiliki neptu kecil, justru dari sanalah kekuatan tersembunyi Selasa Legi berasal. Mereka dikenal murah hati, tidak pamrih, dan tulus dalam menolong. Mereka dihormati oleh banyak orang karena ketulusan hatinya. Rezekinya pun seolah tak pernah putus, datang dari berbagai arah tanpa diduga. Weton ini membuktikan bahwa ukuran neptu bukanlah segalanya. Selasa Legi adalah simbol bahwa takdir besar tak bisa ditutupi oleh angka kecil, karena mereka telah dianugerahi garis tangan yang menyimpan kekayaan besar dan berkah tiada putus.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
