Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 19 Juli 2025 | 22.27 WIB

Orang-orang yang Memperlakukan Orang Tua seperti Teman daripada Panutan Biasanya Memiliki 10 Pengalaman Ini Saat Tumbuh Dewasa Menurut Psikologi

seseorang yang memperlakukan orang tua seperti teman. (Freepik/freepik) - Image

seseorang yang memperlakukan orang tua seperti teman. (Freepik/freepik)

JawaPos.com - Dalam dinamika keluarga, hubungan antara anak dan orang tua sering kali dibangun atas dasar hierarki, di mana orang tua menjadi panutan, pemberi aturan, dan penuntun moral.

Namun, tidak semua anak tumbuh dalam pola hubungan semacam itu.

Beberapa orang justru membentuk hubungan yang lebih setara dan bersifat seperti persahabatan dengan orang tua mereka.

Mereka melihat orang tuanya bukan sebagai figur otoritas yang mengarahkan, melainkan sebagai "teman" yang bisa diajak bicara, bercanda, atau bahkan berdebat tanpa batasan peran.

Menurut kajian psikologi perkembangan dan hubungan keluarga, pengalaman masa kecil sangat memengaruhi bagaimana seseorang memandang dan memperlakukan orang tuanya di usia dewasa.

Ketika seseorang lebih memperlakukan orang tua seperti teman ketimbang panutan, biasanya hal itu tidak muncul tanpa sebab.

Di baliknya, ada serangkaian pengalaman khas yang membentuk persepsi dan gaya keterikatan emosional tersebut.

Dilansir dari Geediting pada Jumat (18/7), terdapat 10 pengalaman umum yang dialami oleh orang-orang yang memperlakukan orang tuanya seperti teman daripada panutan, menurut psikologi:

1. Tumbuh dalam Keluarga yang Minim Struktur Otoritas

Anak-anak yang dibesarkan dalam rumah tangga dengan pola pengasuhan permisif (permissive parenting) sering kali tidak memiliki batasan yang jelas antara peran orang tua dan anak.

Akibatnya, mereka tidak melihat orang tua sebagai figur otoritas, melainkan sebagai “teman sebaya” yang kebetulan lebih tua.

Psikologi menyebut ini sebagai pola keterikatan yang longgar terhadap struktur.

2. Orang Tua Kerap Curhat atau Mengandalkan Anak secara Emosional

Ketika orang tua sering mencurahkan masalah pribadi mereka kepada anak, entah soal pekerjaan, hubungan, atau keuangan, peran orang tua bisa berubah.

Anak akan merasa sebagai tempat bersandar, bukan sebaliknya.

Ini membuat dinamika menjadi seperti pertemanan, di mana dukungan berjalan dua arah secara setara—bukan satu arah dari orang tua ke anak seperti biasanya.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore