Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 13 Juni 2025 | 06.42 WIB

Bacakan Buku ke Anak Ternyata Pengaruhi Kecerdasan dan Mental, Ini Temuan Ilmiahnya!

Ilustrasi membacakan buku pada anak. (Freepik) - Image

Ilustrasi membacakan buku pada anak. (Freepik)

JawaPos.com – Beberapa orang tua dapat melewatkan momen berharga seperti membacakan buku untuk anak karena berbagai alasan. Namun, tahukah Anda bahwa aktivitas sederhana ini memiliki dampak besar bagi perkembangan mereka?

Mengutip dari Inc.com, survei terbaru dari Nielsen dan HarperCollins di Inggris menunjukkan penurunan signifikan dalam kebiasaan membacakan buku kepada anak prasekolah.

Pada tahun 2012, sebanyak 64 persen orang tua rutin membacakan cerita untuk anaknya. Namun, pada survei terbaru, jumlah ini menurun drastis menjadi hanya 41 persen. Hanya 40 persen responden yang menggambarkan kegiatan ini sebagai sesuatu yang menyenangkan.

Penurunan ini tidak hanya dipicu oleh kurangnya minat. Sepertiga dari orang tua dalam survei menyatakan mereka berharap memiliki lebih banyak waktu untuk membacakan buku.

Aktivitas sehari-hari yang padat membuat banyak keluarga melewatkan waktu cerita sebelum tidur. Padahal, sejumlah ahli pendidikan dan hasil riset baru di bidang ilmu saraf menekankan pentingnya membacakan buku sebagai bagian dari rutinitas anak.

Berdasarkan penelitian terbaru, membacakan buku tidak hanya memperkenalkan anak pada dunia literasi, tetapi juga merangsang perkembangan otak dan emosi mereka.

Manfaat Jangka Panjang dari Kebiasaan Membaca Bersama

Kebiasaan membacakan buku tidak hanya memperkenalkan anak pada kata-kata dan cerita, tetapi juga menanamkan kesenangan dalam membaca.

Alison David, direktur riset konsumen HarperCollins, mengatakan kepada The Guardian, “Dibacakan buku membuat membaca menyenangkan bagi anak-anak. Sangat memprihatinkan bahwa banyak anak tumbuh tanpa budaya membaca yang menyenangkan di rumah.”

Menurutnya, tanpa pengalaman positif ini, anak lebih mungkin mengaitkan membaca dengan beban tugas sekolah.

Sebuah studi dari University of Cambridge menganalisis data dari 10.000 anak di Amerika Serikat yang berusia 9 hingga 13 tahun.

Studi ini menemukan hubungan kuat antara kebiasaan membaca untuk kesenangan sejak kecil dengan kemampuan kognitif, kesehatan mental, dan prestasi akademik di usia remaja.

Anak-anak yang lebih sering membaca untuk kesenangan memiliki nilai tes yang lebih tinggi dan lebih sedikit mengalami masalah kesehatan mental. Temuan ini berlaku bagi anak-anak dari berbagai latar belakang, tanpa memandang tingkat pendidikan atau sumber daya keluarga.

Perbedaan Aktivitas Otak Saat Mendengar Cerita dari Manusia dan Layar
Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di Developmental Science, para ilmuwan menggunakan teknologi functional near-infrared spectroscopy untuk mengamati aktivitas otak 28 anak prasekolah.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore