Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 6 Juni 2026 | 03.25 WIB

9 Buku yang Akan Membuatmu Merasa Tidak Nyaman Selama Berminggu-Minggu dan Bakal Mengubah Cara Pandang Hidup Menurut Psikologi

seseorang yang hidupnya berubah setelah membaca buku / foto: Magnific/freepik - Image

seseorang yang hidupnya berubah setelah membaca buku / foto: Magnific/freepik

JawaPos.com - Ada buku yang menghibur, ada buku yang memberi informasi, dan ada pula buku yang meninggalkan jejak psikologis yang sulit dihapus. Setelah halaman terakhir ditutup, isi buku itu terus berputar di kepala, memengaruhi cara kita memandang diri sendiri, orang lain, bahkan realitas.

Dalam psikologi, ketidaknyamanan mental sering kali muncul ketika kita mengalami cognitive dissonance, yaitu kondisi ketika keyakinan yang selama ini kita pegang bertabrakan dengan informasi baru. Meskipun terasa tidak menyenangkan, momen inilah yang sering menjadi awal perubahan perspektif yang mendalam.

Dilansir dari Expert Editor pada Jumat (5/6), terdapat sembilan buku yang terkenal karena kemampuannya mengguncang asumsi, memicu refleksi, dan membuat pembacanya memandang dunia dengan cara yang berbeda.

1. Man's Search for Meaning — Ketika Makna Lebih Penting daripada Kebahagiaan

Ditulis oleh psikolog dan penyintas kamp konsentrasi Nazi, Viktor Frankl, buku ini mengisahkan pengalaman manusia di tengah penderitaan ekstrem.

Yang membuat buku ini tidak nyaman adalah pertanyaan yang diajukannya: jika segala hal dirampas dari kita, apa yang masih tersisa?

Frankl berargumen bahwa manusia tidak terutama mencari kesenangan atau kekuasaan, melainkan makna. Gagasan ini sering bertentangan dengan budaya modern yang menganggap kebahagiaan sebagai tujuan utama hidup.

Setelah membacanya, banyak orang mulai mempertanyakan kembali definisi sukses, kebahagiaan, dan alasan mereka menjalani kehidupan sehari-hari.

2. Thinking, Fast and Slow — Kamu Tidak Serasional yang Kamu Kira

Pemenang Nobel, Daniel Kahneman, menjelaskan bahwa pikiran manusia bekerja melalui dua sistem:

Sistem cepat: intuitif dan otomatis.
Sistem lambat: analitis dan penuh pertimbangan.

Ketidaknyamanan muncul ketika pembaca menyadari betapa sering keputusan penting dibuat oleh bias yang tidak disadari.

Buku ini membuat kita mempertanyakan hampir semua penilaian yang selama ini dianggap objektif, mulai dari memilih pasangan, berinvestasi, hingga menilai orang lain.

3. The Denial of Death — Seluruh Hidup Mungkin Dibentuk oleh Ketakutan Akan Kematian

Buku karya Ernest Becker ini memenangkan Pulitzer Prize dan menawarkan gagasan yang mengganggu:

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore