Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 10 April 2025 | 20.23 WIB

Weton-Weton yang Sebaiknya Tidak Saling Menikah Menurut Primbon Jawa: Jangan Main-Main dengan Hitungan Jodoh!

Weton-Weton yang Sebaiknya Tidak Saling Menikah Menurut Primbon Jawa: Jangan Main-Main dengan Hitungan Jodoh!. (Freepik). - Image

Weton-Weton yang Sebaiknya Tidak Saling Menikah Menurut Primbon Jawa: Jangan Main-Main dengan Hitungan Jodoh!. (Freepik).

JawaPos.com - Pernikahan adalah peristiwa penting dalam hidup yang bukan hanya menyatukan dua hati, tapi juga dua takdir. Dalam tradisi Jawa, sebelum dua insan melangkah ke pelaminan, biasanya keluarga akan menghitung kecocokan weton keduanya. Bukan sekadar tradisi turun-temurun, tapi dipercaya bisa membantu agar rumah tangga yang dibangun nantinya terhindar dari berbagai cobaan besar.

Nah, salah satu hal yang perlu diwaspadai adalah jika jumlah neptu jodoh kalian ketemu genap, seperti 14, 16, 18, 20, 22, dan seterusnya hingga 36. Kenapa? Menurut penjelasan dari kanal Youtube Sabdaning Ratu, dalam Primbon Jawa, jodoh yang bertemu dalam hitungan genap disebut sebagai “hitungan olo” alias tidak baik. 

Pasangan dengan hitungan ini diyakini akan lebih sering menghadapi pertengkaran, kesulitan ekonomi, cobaan kesehatan, dan keharmonisan yang sulit dijaga. Nah, apa itu jumlah neptu? Jumlah neptu didapat dari gabungan hari lahir dan pasaran Jawa seseorang. Misalnya, hari Senin punya nilai 4, pasaran Pon nilainya 7. Berarti total neptu orang tersebut = 4 + 7 = 11.

Nah, berikut beberapa contoh pasangan weton yang kalau dijumlahkan hasilnya genap, dan menurut Primbon sebaiknya tidak menikah: Minggu Pahing (10) + Senin Kliwon (14) = 24 (Genap); Kamis Wage (8) + Selasa Legi (12) = 20 (Genap); Rabu Pahing (15) + Minggu Pon (13) = 28 (Genap); Kamis Pon (10) + Selasa Wage (12) = 22 (Genap).

Jika hasil penjumlahan weton kalian termasuk salah satu dari angka genap seperti di atas (khususnya 14, 16, 18, 20, 22, 24, 26, 28, 30, 32, 34, atau 36), maka menurut Primbon Jawa, ini adalah pertanda kurang baik untuk dilanjutkan ke pernikahan. Katanya sih, akan ada lebih banyak air mata daripada tawa.

Tapi tenang, ini bukan berarti kamu harus langsung mundur dari hubunganmu ya, Nona. Dalam budaya Jawa juga dikenal cara untuk menyiasati hitungan buruk ini, misalnya dengan memilih hari pernikahan yang baik, melakukan “ritual ruwatan”, atau sekadar lebih siap secara mental untuk menghadapi tantangan yang mungkin datang.

Karena pada akhirnya, cinta itu bukan hanya soal hitungan, tapi juga soal perjuangan dan komitmen. Kalau kamu dan pasangan sudah saling mendukung, terbuka, dan siap saling menguatkan, maka cobaan apapun bisa dilewati. Dan tentu saja, doa kepada Tuhan adalah pelindung terbaik untuk setiap rumah tangga.

Jadi, kalau hasil hitungan wetonmu dan pasangan ternyata termasuk genap, jangan langsung panik. Gunakan ini sebagai alat untuk mawas diri dan memperkuat persiapan sebelum menikah. Ingat, Primbon itu petunjuk, bukan vonis.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore