
Banyak yang meremehkan weton Wage sebagai lambang kesialan. Foto: Freepik
JawaPos.com-Sejak ratusan tahun lalu, leluhur Jawa percaya bahwa weton bukan hanya sekadar hitungan hari lahir, melainkan juga cerminan karakter, jalan hidup, hingga pintu gaib yang menghubungkan manusia dengan energi semesta.
Di antara lima pasaran Jawa—Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon—weton Wage sering dipandang sebelah mata. Banyak orang menganggapnya lemah, penuh kesialan, bahkan sering jadi bahan hinaan. Namun kenyataan di lapangan justru sebaliknya.
Dilansir dari kanal Ngaos Jawa, orang berweton Wage sering kali bagaikan cermin semesta: siapa yang meremehkan, dialah yang akan merasakan akibatnya.
Dalam tradisi lisan, weton Wage kerap dicap sebagai weton “buntut”, alias paling rendah kedudukannya di antara lima pasaran. Konon, mereka dianggap:
Kurang hoki dalam urusan ekonomi,
Penuh keterbatasan,
Sulit mencapai kedudukan tinggi.
Banyak orang Wage yang justru hidup panjang umur.
Mereka dikenal tangguh, sabar, dan memiliki daya tahan batin luar biasa.
Energi mereka sering membuat orang yang meremehkan justru celaka sendiri.
Angka kecil bukan berarti lemah, melainkan tenang, stabil, dan mampu memantulkan energi.
Wage ibarat air diam yang dalam—tampak tenang, tapi menyimpan kekuatan besar di kedalaman.
Filosofi ini membuat orang Wage bagaikan cermin gaib: energi baik akan berbalik membawa berkah, energi buruk akan kembali menghantam pengirimnya.
Alkisah, seorang pemuda Wage bernama Sutrisno sering dihina tetangganya karena dianggap malas dan tidak punya masa depan. Namun suatu ketika, tetangga yang menghina itu justru tertimpa musibah beruntun: usahanya bangkrut, keluarganya sakit-sakitan. Anehnya, Sutrisno justru mulai bangkit dengan usaha kecilnya yang semakin maju.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
