
Ilustrasi. (Pexels.com)
JawaPos.com - Tak semua orang memiliki kehidupan cinta yang mujur. Alih-alih dilimpahi oleh cinta yang sehat, mereka justru harus menjalani hubungan beracun dengan pasangan yang toxic.
Bahayanya? Mereka yang bertahan di hubungan toxic seringkali menganggap perilaku red flag dari pasangannya sebagai hal yang wajar. Bahkan mereka tidak keberatan untuk menerimanya.
Dilansir dari VegOut, berikut delapan perilaku beracun yang kerap dianggap wajar oleh mereka yang belum pernah mengalami cinta yang sehat dan mengapa begitu sulit untuk melepaskannya.
1. Mengira Konflik sebagai Keintiman
Ketika konflik menjadi patokan, ketenangan terasa membosankan. Debar jantung akibat pertengkaran sangat mungkin disalahartikan sebagai bukti cinta.
Padahal keintiman sejati justru tumbuh di ruang-ruang kecil: tawa di dapur, percakapan ringan sebelum tidur, dan ya menumpahkan kopi di meja tanpa drama.
Ironisnya, hubungan penuh intensitas justru menghalangi keintiman. Terlalu sibuk mengelola konflik, sampai tidak pernah benar-benar mengenal pasangan di luar gaya bertengkar.
2. Mencatat Skor Seperti Perlombaan
"Giliranmu cuci piring."
"Aku yang terakhir minta maaf, ingat?"
Dalam hubungan yang sehat, memberi dan menerima terjadi secara alami. Tapi bagi yang terbiasa hidup dalam dinamika transaksional, setiap tindakan harus seimbang.
Ada rasa takut dimanfaatkan jika tidak mencatat semuanya. Akhirnya, cinta pun dihitung layaknya buku utang piutang.
Masalahnya, hubungan bukan akuntansi. Jika semua tindakan harus ‘dibayar’, kapan ada ruang untuk kemurahan hati?
3. Pengawasan Disamarkan Sebagai Kepedulian
Berbagi password. Melacak lokasi satu sama lain. Mengecek pesan secara berkala. Semua dibungkus dalam kalimat manis: “Aku hanya peduli.”
Tapi kepedulian sejati memberi ruang, bukan mencuri ruang. Transparansi itu pilihan, bukan kewajiban. Pasangan yang sehat tetap memiliki identitas individu. Mereka memilih untuk berbagi, bukan dipaksa menyatu tanpa batas.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
