Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 20 Juni 2025 | 20.58 WIB

Ritual dan Larangan Weton Tulang Wangi di Malam Satu Suro, Jangan Diabaikan Bisa Jadi Malapetaka!

Ritual dan Larangan Weton Tulang Wangi di Malam Satu Suro, Jangan Diabaikan, Bisa Jadi Malapetaka! (Freepik) - Image

Ritual dan Larangan Weton Tulang Wangi di Malam Satu Suro, Jangan Diabaikan, Bisa Jadi Malapetaka! (Freepik)

JawaPos.com - Malam satu suro bukan hanya tentang kalender Jawa yang berpindah angka. Bagi masyarakat spiritual Jawa, malam ini adalah titik temu antara alam nyata dan alam gaib.

Batas antara dunia terlihat dan tak terlihat menjadi begitu tipis, membuat energi halus lebih mudah terasa dan masuk ke kehidupan manusia.

Nah, bagi orang-orang yang terlahir dengan weton tulang wangi, malam satu suro menjadi momen yang sangat penting, bisa membawa keberkahan besar, tapi juga risiko sengkolo jika tidak disikapi dengan benar.

Menurut penjelasan dari salah satu video di kanal youtube yang aktif membahas weton dan dunia spiritual jawa, yakni Ngaos Jawa, dalam primbon JawaWeton tulang wangi dikenal sebagai kelahiran istimewa.

Mereka adalah Senin Kliwon, Senin Wage, Selasa Legi, Rabu Pahing, Rabu Kliwon, Kamis Wage, Minggu Pon, Minggu Kliwon, Senin Pahing, Jumat Pon. Masing-masing membawa karakter spiritual yang kuat.

Aura mereka kadang membuat orang lain merasa tenang, tapi juga membuat makhluk gaib mudah mendekat. Tak heran jika mereka seringkali menjadi tempat ‘persinggahan’ energi lain. Di malam suro, sensitivitas mereka meningkat.

Banyak dari mereka yang mengaku merasa gelisah tanpa sebab, mendengar suara-suara aneh, atau bahkan mimpi bertemu sosok berjubah putih.

Untuk itulah leluhur Jawa menurunkan banyak pesan dan ritual yang harus dijalankan oleh para pemilik tulang wangi. Mandi kembang tujuh rupa sebelum magrib, tidur dalam keadaan suci (berwudu), membaca surat Yasin atau Ayat Kursi sebelum tidur, hingga menyalakan dupa atau lilin untuk membersihkan energi sekitar.

Bahkan bagi mereka yang lebih dalam keilmuannya, ada anjuran melakukan tirakat seperti puasa mutih sehari sebelumnya atau sedekah nasi tumpeng kepada fakir miskin.

Bukan tanpa alasan. Energi malam suro sangat kuat. Jika tidak diseimbangkan dengan doa dan kesucian batin, maka tulang wangi justru bisa menarik malapetaka. Banyak kisah orang yang jatuh sakit tanpa sebab, kehilangan arah hidup, hingga mengalami mimpi buruk berulang setelah malam suro karena mengabaikan pesan spiritualnya. Namun sebaliknya, mereka yang mempersiapkan diri dengan benar seringkali mendapatkan petunjuk hidup berupa mimpi terang, ide besar, atau bahkan keajaiban rezeki yang tak disangka.

Jadi, bagi panjenengan yang merasa memiliki tulang wangi, jadikan malam satu suro sebagai waktu kontemplasi dan penyucian batin. Jangan anggap remeh energi halus yang datang. Karena bisa jadi, malam suro adalah saat langit ingin bicara denganmu. Dan saat kamu menyambutnya dengan hati bersih, maka hidupmu akan diarahkan menuju cahaya. Tetaplah menyatu dengan doa, jangan tinggalkan lelaku, dan percayalah, tulang wangi bukanlah beban, tapi anugerah. Asal dijaga, ia bisa menjadi pelita dalam hidup yang gelap.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore