
Weton-Weton Ini Termasuk Dalam Kelompok Lakuning Bumi Gedhe, Ucapannya Bertuah (kroshka__nastya/Freepik)
JawaPos.com - Dalam tradisi primbon Jawa, ada berbagai macam kategori watak dan sifat yang dikaitkan dengan hari kelahiran atau weton. Salah satu kelompok yang menarik untuk dibahas adalah weton yang masuk dalam golongan Lakuning Bumi Gedhe.
Nama ini terdengar unik, tapi mengandung makna mendalam. Menurut penjelasan mengenai weton di kanal Youtube Sabdanng Ratu, Istilah “lakuning bumi gedhe” secara harfiah berarti “laku hidup seperti bumi yang besar”. Maksudnya adalah pribadi yang tampak tenang dan sederhana dari luar, tetapi sejatinya menyimpan energi besar yang terus bergerak dan bekerja dalam diam.
Weton yang masuk dalam kelompok ini adalah Kamis Pahing dan Sabtu Kliwon. Dua weton ini dikenal memiliki pembawaan yang kalem dan tidak suka banyak bicara soal perjuangan atau kerja keras mereka. Mereka lebih suka diam, tetapi secara diam-diam justru berjuang mati-matian untuk mencapai tujuan. Saking tertutupnya, sering kali mereka dianggap pemalas atau kurang ambisius, padahal kenyataannya mereka sangat totalitas dalam menjalani sesuatu.
Namun, seperti manusia pada umumnya, pemilik weton Lakuning Bumi Gedhe ini juga memiliki kelemahan. Mereka cenderung mudah frustasi jika hasil tidak sesuai harapan. Karena sudah bekerja keras, mereka sering kali merasa kecewa bila usahanya tidak membuahkan hasil.
Selain itu, mereka juga tidak suka jika diungguli oleh orang lain. Rasa gengsi dan harga diri yang tinggi bisa memicu rasa iri atau sombong jika tidak dikelola dengan bijak. Di sisi lain, mereka juga cenderung berbicara setengah-setengah sehingga membuat orang lain bingung atau jengkel saat berbincang dengan mereka.
Namun, jangan salah. Di balik kelemahan tersebut, terdapat sejumlah keistimewaan yang membuat mereka unik. Salah satu yang paling menonjol adalah karisma alami. Mereka memiliki daya tarik yang kuat, bahkan tanpa mereka sadari. Banyak orang, terutama lawan jenis, yang mudah jatuh hati karena pesona mereka yang memancar secara alami. Selain itu, mereka juga dikenal hemat dan pandai menyimpan rezeki. Keuangan mereka cenderung stabil karena tahu cara mengelola dengan bijak.
Yang paling menarik, ucapan mereka sering kali menjadi kenyataan. Bahkan tidak hanya ucapan, tapi juga apa yang dibatin bisa terwujud. Karena itu, pemilik weton ini harus sangat berhati-hati dalam berkata atau membatin sesuatu, ucapan negatif bisa menjadi bumerang bagi mereka sendiri.
Pada akhirnya, memahami karakteristik dari weton seperti ini bukan untuk mempercayai sepenuhnya, tetapi sebagai bentuk ilmu titen atau kebijaksanaan lokal agar kita bisa lebih mengenal diri sendiri dan memperbaiki kekurangan. Setiap manusia memiliki potensi untuk berubah dan berkembang, tergantung dari usaha dan doanya. Jadi, ambillah sisi positifnya, dan jadikan kekurangan sebagai jalan untuk terus memperbaiki diri.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
