
Menurut Primbon Rabu Pahing Tidak Cocok Berjodoh Dengan Weton Ini. Akan Ada Banyak Cobaan Menanti (Freepik)
JawaPos.com - Dalam tradisi Jawa, menentukan kecocokan jodoh nyatanya tidak semudah yang dibayangkan. Pada weton Rabu Pahing misalnya. Ada weton tertentu yang ternyata menurut primbon sangat tidak cocok jika bersanding dengan Rabu Pahing, karena akan menimbulkan beberapa efek yang kurang baik untuk kehidupan rumah tangga mereka kedepan.
Menurut penjelasan pada salah satu video di kanal Youtube Sabdaning Ratu, salah satu kombinasi weton yang dianggap berat adalah Rabu Pahing bertemu Minggu Wage. Dalam perhitungan neptu, Rabu Pahing memiliki nilai 16 dan Minggu Wage bernilai 9, sehingga totalnya 25. Dalam primbon jawa angka ini dikenal sebagai Tiba Baleka, yang artinya hubungan rumah tangga penuh dengan cobaan terutama dalam bentuk sakit.
Dalam konteks ini, sakit bisa bermacam-macam bentuknya. Bisa jadi sakit fisik seperti anggota keluarga yang sering jatuh sakit, atau sakit hati karena perasaan yang sering terluka. Bahkan dalam beberapa kasus, hubungan semacam ini sering terasa tidak tenang, seperti selalu ada masalah yang datang silih berganti.
Selain itu, garis nasib Minggu Wage juga disebut sebagai tibo Loro, yang memperkuat indikasi adanya cobaan berupa sakit. Dalam hal rezeki pun, pasangan ini tidak terlalu menguntungkan. Meskipun Rabu Pahing dikenal sebagai pribadi yang beruntung dan pintar mencari uang (Tiba Sri dan Tiba Cucuk), Minggu Wage justru memiliki kecenderungan tibo Silit, yaitu uang cepat habis karena terlalu royal atau mudah membelanjakan uang. Satu pihak bisa mencari uang, tapi pihak lain terlalu mudah menghabiskannya.
Tak hanya itu, tantangan juga muncul dari sisi karakter. Rabu Pahing dikenal memiliki daya tarik dan karisma tinggi, sehingga berpotensi disukai banyak orang, terutama lawan jenis. Hal ini bisa menimbulkan kecemburuan dan pertengkaran dalam rumah tangga. Di sisi lain, Minggu Wage memiliki kecenderungan mudah bosan dan tidak suka hubungan yang monoton. Jika hubungan tidak berkembang atau terlalu biasa-biasa saja, bisa saja timbul keinginan untuk mencari yang lain.
Meski begitu, bukan berarti hubungan ini tidak bisa dipertahankan. Semua bisa diperbaiki jika kedua pihak mau berusaha, mengalah, dan saling memahami. Bahkan dalam budaya Jawa, ada cara-cara untuk mengurangi dampak buruk dari hitungan weton, seperti ruwatan atau sedekah weton.
Sebagai penutup, perlu digarisbawahi bahwa hitungan weton bukanlah sesuatu yang absolut. Ia hanya sebagai bahan pertimbangan dan introspeksi. Hubungan yang bahagia dan langgeng tetap bergantung pada niat baik, komunikasi, dan usaha dari kedua belah pihak. Jadi, walaupun Rabu Pahing dan Minggu Wage termasuk hitungan berat, hubungan tetap bisa dijalani asal keduanya mau berjuang bersama.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
