
Sifat, Karakter, dan Kehidupan Pemilik Weton Minggu Pahing: Dari Sifat, Rezeki, Hingga Jodoh (Freepik)
JawaPos.com - Dalam tradisi masyarakat Jawa, weton atau hari kelahiran menurut kalender Jawa dipercaya memiliki pengaruh besar terhadap watak dan perjalanan hidup seseorang.
Salah satu weton yang menarik untuk dibahas adalah Minggu Pahing. Weton ini memiliki jumlah neptu 14, hasil dari penjumlahan nilai hari Minggu (5) dan pasaran Pahing (9). Lalu, seperti apa karakter dan nasib orang yang lahir di weton ini? Mari kita bahas lebih lengkap.
Menurut penjelasan pada salah satu video di kanal Youtube Panggilan Leluhur, pemilik weton Minggu Pahing dikenal sebagai sosok yang berwatak dewasa dan cepat belajar. Dalam hal pekerjaan, mereka cenderung mudah maju dan mendapatkan kemuliaan.
Mereka juga memiliki sifat baik terhadap sesama, tetapi di sisi lain, sifat sungkanan atau terlalu segan kadang membuat mereka kurang leluasa dalam bertindak. Mereka bukan tipe yang suka tampil mencolok atau mengejar kekayaan secara berlebihan, melainkan menjalani hidup dengan tenang dan sederhana.
Menariknya, menurut primbon, orang yang lahir di hari Minggu memiliki kecenderungan suka meniru gaya orang lain. Namun, hal ini bukan karena tidak punya jati diri, melainkan karena mereka sangat cepat menangkap hal-hal baru dan mencoba menerapkannya. Sebagai saran spiritual, orang kelahiran hari Minggu sebaiknya menanam tanaman jenis pepohonan karena dipercaya akan tumbuh subur dan membawa keberuntungan.
Di sisi lain, pasaran Pahing dianggap memiliki kekuatan spiritual tertentu. Dikatakan bahwa pemilik pasaran ini berada dalam perlindungan dan anugerah dari Yang Maha Kuasa. Namun, garis nasib weton Minggu Pahing juga tidak selalu mulus.
Mereka tergolong dalam kategori "Tibo Loro", artinya dalam hidupnya akan mengalami banyak hambatan, kesusahan, bahkan penyakit. Oleh karena itu, disarankan untuk melakukan ruwatan sejak kecil agar terhindar dari sengkala atau kesialan di masa depan.
Untuk urusan keuangan, mereka justru termasuk orang yang pandai menabung dan menyimpan rezeki. Dalam catatan primbon, masa kejayaan mereka datang di usia 24, 30, 48, 60, 72, 78, dan 84 tahun. Namun, ada juga masa-masa sulit yang perlu diwaspadai, yakni di usia 12, 36, 42, dan 66 tahun.
Lalu, bagaimana dengan urusan jodoh? Weton Minggu Pahing paling cocok berpasangan dengan orang yang memiliki jumlah neptu 9, seperti Senin Legi dan Minggu Wage. Jika digabungkan, total neptu akan menjadi 23, yang dalam hitungan Jawa disebut sebagai "Tibo Sanggar Waringin". Ini artinya, kehidupan rumah tangga mereka akan damai, tentram, dan selamat selamanya, sebuah harmoni yang sangat diidam-idamkan dalam pernikahan.
Sebagai penutup, meskipun weton sering dijadikan pedoman dalam mengenali diri dan merancang masa depan, penting untuk diingat bahwa segala sesuatu tetap bergantung pada usaha dan doa kita masing-masing.
Weton bukanlah penentu mutlak, melainkan hanya salah satu cara masyarakat Jawa untuk membaca tanda-tanda alam dan kehidupan. Jadi, jika kamu atau orang terdekatmu lahir pada weton Minggu Pahing, ambil saja sisi positifnya sebagai bekal menjalani hidup yang lebih bijak dan penuh makna.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
