
Panduan menikmati santapan lezat omakase. (Pexels/Joan Germaine)
JawaPos.com - Omakase merupakan sebuah istilah yang sering dijumpai di restoran-restoran Jepang. Belakangan tren omakase menjadi perbincangan banyak orang di Indonesia, terutama setelah Erina Gudono makan omakase di kamar rumah sakit Bunda setelah melahirkan anak pertamanya.
Omakase adalah konsep bersantap yang menggunakan unsur kejutan di mana koki mengendalikan seluruh menu kulinernya. Pengunjung dapat duduk santai dan menikmati apa yang telah direncanakan koki untuk hidangan tersebut, tanpa menu normal yang biasa ditemukan di restoran sushi pada umumnya.
Seperti layaknya teater sungguhan, koki papan atas akan melibatkan pengunjung dalam seluruh pengalaman dan menjadi ini sebagai interaksi langsung antara koki dan tamu. Ini adalah pengalaman premium di mana restoran biasanya akan membatasi jumlah tempat duduk dan reservasi.
Omakase lahir pada tahun 1980-an dan 1990-an, di tengah ekonomi gelembung di Jepang, sebagai akibat dari peningkatan kekayaan orang Jepang secara tiba-tiba. Dengan uang baru beredar, orang Jepang berfoya-foya dengan mengonsumsi sushi berkualitas tinggi dan makan di restoran sushi kelas atas.
Namun, ada satu masalah: pelanggan ingin memadukan sake dengan lauk pauk tetapi tidak tahu ikan apa yang harus mereka pesan. Untuk itu, mereka membiarkan koki menentukan menu untuk mereka.
Ini menjadi awal mula restoran bergaya omakase di mana koki yang memilih sendiri hidangan sushi untuk disajikan kepada tamu. Dilansir dari Table Check, inilah panduan menikmati santapan lezat omakase:
1. Mengenakan pakaian kasual
Para tamu harus mempertimbangkan untuk mengenakan sesuatu yang baik untuk kegiatan menyantap makanan ini. Misalnya dengan menggunakan celana chino, gaun kasual, atau rok untuk para wanita.
Celana jeans bisa digunakan asal dipadukan dengan sesuatu yang kasual dan elegan pada bagian atas. Namun, para tamu harus menghindari mengenakan pakaian olahraga atau celana pendek.
Meskipun tidak ada lagi aturan berpakaian yang ketat, orang-orang masih berkumpul di restoran omakase untuk acara khusus seperti ulang tahun pernikahan, di mana banyak yang berpakaian rapi.
2. Jangan pakai parfume
Ada sebuah istilah di mana, makanan akan dipengaruhi oleh rasa dan bau. Sushi adalah tentang mencicipi dan mencium kesegaran, sehingga mengenakan parfum, cologne, atau bau yang kuat akan mengganggu seluruh pengalaman bersantap.
Hal ini dianggap tidak sopan dan sangat tidak boleh dilakukan dalam hal omakase. Beberapa tempat atau restoran bahkan menolak pelanggan yang akan makan di tempat mereka, yang mengenakan parfum.
Perlu diingat bahwa sebagian besar restoran omakase kelas atas berukuran kecil dan terkadang hanya dapat menampung 7-8 orang. Hal ini membuat bau yang kuat dapat mengganggu tujuan koki sushi untuk menyajikan sushi dengan rasa terbaik bagi tamu.
3. Percayakan pada koki
Koki adalah bos dari hidangan omakase. Mereka memiliki kendali penuh atas menu yang akan disajikan. Jadi, penting untuk berpikiran terbuka dan mempercayai keahlian serta pilihan kuliner yang akan dimakan pada mereka.
Pertama, koki sushi sangat dihormati di Jepang karena disiplin dan pelatihan yang telah mereka jalani. Kedua, memercayai keahlian koki sushi juga merupakan tanda penghormatan terhadap keterampilan kuliner mereka.
Memberikan kendali penuh atas menu kepada para koki dapat meningkatkan pengalaman bersantap tamu sekaligus menambahkan unsur kejutan. Pengunjung hanya tinggal duduk dan bersantai serta terbuka untuk mencoba rasa dan menu yang akan disediakan oleh koki.
4. Berinteraksi dengan koki omakase
Meja konter adalah tempat duduk terbaik di restoran ini, kecuali jika Anda perlu melakukan percakapan eksklusif dan pribadi dengan orang lain. Di meja konter, pelanggan yang datang dapat bertatap muka langsung dengan koki.
Suasana yang intim ini memungkinkan pengunjung untuk dapat berbincang langsung dengan koki, mengajukan pertanyaan, dan melihat sendiri bagaimana hidangan mereka disiapkan.
Bagi yang kurang menguasai bahasa Jepang, disarankan untuk menggunakan frasa berikut ini: itadakimasu (menerima dengan rendah hati) sebelum makan, arigatou gozaimasu (terima kasih), atau gochisousama deshita (lezat sekali) dalam bahasa Jepang.
5. Saksikan koreografi omakase dan rasakan sensasinya
Di restoran bergaya omakase, pelanggan dapat menyaksikan para ahli sushi bekerja sambil memperagakan keterampilan mereka menggunakan pisau di hadapannya. Ada dua cara koki menyiapkan ikan.
Sebagian koki memilih untuk memotong ikan setiap kali mereka menyajikan, sementara sebagian koki melakukannya terlebih dahulu sebelum tamu duduk. Gaya apa pun yang dipilih koki, cara menangani ikan merupakan peragaan seni kuliner yang berakar pada tradisi kuliner kuno.
Setiap gerakan memiliki tujuan yaitu menciptakan keajaiban dengan tangan mereka dan menciptakan hidangan khusus untuk setiap tamu. Kombinasi rasa dan bahan dapat memuaskan selera makan siapa saja.
***

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
