Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 19 Maret 2024 | 21.47 WIB

Wisata Religi di Masjid Darussalam Solo sambil Mencicipi Kelezatan Bubur Samin

Bubur Samin di Masjid Darussalam Solo yang hanya ada saat Ramadhan. (Istimewa) - Image

Bubur Samin di Masjid Darussalam Solo yang hanya ada saat Ramadhan. (Istimewa)

JawaPos.com - Masjid Darussalam, Jayengan, Serengan, Solo memiliki kuliner unik yang diburu masyarakat saat Ramadhan. Kuliner ini dikenal dengan sebutan bubur samin. Keberadaannya menambah keberagaman destinasi religi Wisata Jawa Tengah. Sebab, masyarakat bisa berwisata di masjid, sekaligus mencicipi kelezatan kuliner legendaris yang hanya ada selama Ramadan di Solo, Jawa Tengah.

Bubur ini memiliki cita rasa gurih. Terbuat dari beras, daging sapi, susu, rempah dan santan. Istimewanya, kuliner ini biasa diolah dengan resep khusus yakni minyak samin dengan ciri khas warna kekuningan.

Berkat kelezatannya, bubur samin banyak diburu masyarakat. Bukan hanya dari kota Solo saja, tetapi dari Karanganyar, Sukoharjo, Boyolali hingga Klaten banyak mengincar sajian bubur samin. Masjid ini selalu ramai ketika Ramadhan. Banyak warga yang rela antre untuk menikmatinya. Bahkan, sudah dijadikan sebagai salah satu wisata religi di Jawa Tengah.

Makanan khas Kota Banjar ini rutin dibagikan selama Ramadan. Biasanya sekitar pukul 16.00 WIB hingga adzan maghrib, warga mulai berdatangan membawa tempat makan. Mereka mulai memenuhi area masjid untuk antre sembari mendengarkan alunan tembang doa takmir Masjid.

Ternyata tradisi memberikan bubur samin sudah berjalan sejak puluhan tahun. Sebelum 1985, orang-orang keturunan Kalimantan merantau membangun langgar. Mereka bersama saling tukar makanan dan inisiatif dari salah satu sepuh dibikinlah bubur. Tahun 1930-an, langgar atau musala digunakan berbagai aktivitas keagamaan kemudian dibangun kembali menjadi sebuah masjid dengan dinding tembok.

Masjid ini kemudian dikenal dengan nama Masjid Darussalam. Sejak dulu, selain digunakan sebagai tempat ibadah dan menjalankan aktivitas keagamaan, masjid ini juga digunakan sebagai tempat pertemuan para saudagar di Kota Solo.

Awalnya dulu takmir Masjid hanya membuat bubur samin 5 kg sampai 10 kg saja. Hanya untuk internal dan orang kampung sekitar masjid. Baru sekitar 1985 dibuat secara masal untuk masyarakat. “Untuk tahun ini takmir masjid mengolah beras 50 kilogram setiap hari dan menghasilkan sekitar 1.200 porsi bubur samin,” kata Ketua Takmir Masjid Darussalam Muhammad Rosyidi Muchdor.

Seiring dengan waktu, semakin banyak warga yang suka dengan bubur Samin. Akhirnya tradisi berbagi bubur Samin menjadi destinasi wisata religi Ramadan di Kota Solo. Keberadaannya destinasi ini semakin menambah ragam Wisata Jawa Tengah. "Setiap Ramadhan pulang ke Solo, jadi selalu ikut mengantre bubur samin. Keluarga suka, rasanya beda dengan bubur lainnya,” aku Siti Muthohharoh, warga Magelang.

Tidak hanya bubur samin, ada juga menu tambahan lainnya. Mulai dari kurma, kopi susu dan buah-buahan. Saat ini banyak masyarakat yang memberi donasi untuk pembuatan bubur samin. Pemkot Solo bahkan turut memberikan 1,5 ton beras.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah, Agung Hariyadi mengatakan akan terus mengoptimalkan berbagai potensi wisata Jawa Tengah. Target kunjungan tahun 2024 sebanyak 60 juta wisatawan. "Banyak potensi pariwisata yang harus terus dikembangkan. Mulai wisata alam, religi, kuliner dan lainnya. Jika semua dimaksimalkan tentu bisa mendongkrak perekonomian masyarakat," tambahnya. (fth)

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore