Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 23 Desember 2023 | 16.00 WIB

Mengenal Label 'Alami' pada Makanan dan Minuman, Apa yang Sebenarnya Terkandung di Dalamnya?

Seorang ahli penyedap rasa menjelaskan bagaimana minuman buah favorit Anda mendapatkan rasa tersebut. (sumber: pexels/Pixabay) - Image

Seorang ahli penyedap rasa menjelaskan bagaimana minuman buah favorit Anda mendapatkan rasa tersebut. (sumber: pexels/Pixabay)

JawaPos.com - Perasa alami menjadi elemen tak terpisahkan dalam berbagai produk, mulai dari minuman berkarbonasi hingga sereal sarapan, dan bahkan pada tren terkini seperti daging nabati.

Namun, apa sebenarnya yang dibutuhkan untuk menciptakan perasa alami, dan apa yang dimaksud dengan istilah "rasa alami"?

"Dalam definisi yang ditetapkan oleh FDA, perasa alami atau penyedap alami dijelaskan sebagai substansi yang diekstraksi, disuling, atau berasal dari sumber alami seperti tumbuhan (seperti buah, herba, sayuran, kulit kayu, akar-akaran) atau hewan (daging, produk susu, telur, dll.).

Proses ekstraksi ini dilakukan melalui metode pemanasan, dan perannya utamanya dalam makanan adalah sebagai penyedap, bukan sebagai sumber nutrisi."

Diugkapkan oleh Better Homes & Gardens, Sabtu (23/12), karena merasa hal ini menarik, mereka perlu untuk menggali lebih dalam tentang penciptaan "rasa alami" yang mendominasi hampir semua produk makanan dan minuman yang kita nikmati.

Dengan kerja sama dari Marie Wright, yang menjabat sebagai kepala penyedap rasa global di Archer Daniels Midland (ADM), Better Homes & Gardens (bhg) merasa dapat mengungkap beberapa rahasia di balik makna dari istilah "rasa alami".

Sebelum mengeksplorasi lebih lanjut tentang komponen penyusun "rasa alami," penting untuk memahami esensi suatu rasa. Setiap sensasi rasa yang kita rasakan terbuat dari molekul.

Wright mengungkapkan, "Orang sering kali cemas mendengar kata 'kimia' atau 'molekul,' meskipun kenyataannya, kita sendiri terbentuk dari substansi kimia."

Dalam upaya memperjelas konsep ini, Wright mengajukan suatu eksperimen sederhana. Saat Anda mengonsumsi produk alami seperti buah, sayuran, atau daging, dia menyarankan untuk mencubit hidung dan memasukkan makanan ke dalam mulut Anda.

Kemudian, kunyah sedikit sebelum melepaskan hidung. Wright menyebutnya sebagai "desir ajaib." Pada titik ini, molekul rasa terlepas, dan otak Anda mengidentifikasi bahwa apa yang Anda makan, misalnya, adalah stroberi.

Sebuah stroberi tunggal, lanjut Wright, terdiri dari sekitar 250 hingga 300 molekul yang bersatu untuk membentuk komposisi rasa yang khas.

Sebagai seorang ahli kimia dan seniman, tugas Wright sebagai pakar rasa adalah menerjemahkan "melodi ajaib" untuk memastikan bahwa rasa makanan atau minuman yang Anda nikmati sesuai dengan ekspektasi Anda. Inilah peran penting molekul-molekul, dan penjelasan ini didukung oleh penelitian dari Harvard.

Contohnya, dalam soda stroberi, Wright menjelaskan adanya "esensi stroberi dalam rasa stroberi," bukan sekadar jus stroberi segar. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan umur simpan jus stroberi segar.

Selain itu, Wright menambahkan bahwa ekstrak tersebut perlu dicampur dengan rasa lain, seperti melati, vanila, atau raspberry, agar cukup kuat memberikan rasa pada produk tertentu.

Komponen aromatik, yang biasanya berbentuk ekstrak seperti vanila, diencerkan sebelum ditambahkan ke dalam soda, yogurt, camilan buah, atau jenis produk lainnya.

Editor: Nicolaus
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore