
SUDAH MASAK: Ukuran durian lokal asal Pujer cenderung kecil. Tapi, rasanya tak kalah jika dibandingkan dengan durian lokal unggulan yang berukuran normal. (Sholikhul Huda/Jawa Pos Radar Ijen
Persebaran durian di wilayah Bondowoso terbilang merata. Ada di hampir seluruh kecamatan. Salah satu yang cukup terkenal ada di Pujer. Rasa durian lokalnya sangat variatif.
---
BAHRULLAH, ketua Kelompok Tani Sumber Rejeki 2, Desa Sukowono, begitu cekatan memanjat salah satu pohon durian lokal miliknya. Kepada Jawa Pos Radar Ijen, dia menunjukkan deretan buah di pohon itu. Mayoritas berukuran kecil dan sudah ditali sebulan lalu. Beberapa buah sudah menggantung alias telah masak.
Bahrullah tinggal melepasnya. Karena bawahnya berupa area persawahan, buah-buah itu jatuh dengan mulus. Tanpa ada satu pun yang pecah. ’’Ketika sudah masak, buah-buah itu menggantung di tali,’’ ujarnya.
Meski durian itu kecil-kecil, Bahrullah berani memberikan garansi. Ternyata benar, rasanya sangat spesial. Seakan membuktikan, dia mengajak membandingkannya dengan beberapa durian lain yang bentuknya lebih besar. Rasanya memang lebih legit.
Kecamatan Pujer dikenal sebagai salah satu pusat durian asal Kabupaten Bondowoso. Termasuk Desa Sukowono. Di sana, sebagian warga memiliki pohon durian dalam jumlah banyak seperti halnya Bahrullah.
Sebagian warga lainnya menjadi penjual durian. Karena itu, aktivitas jual beli durian di sana begitu terasa. Terutama pada masa dimulainya panen seperti saat ini.
Kualitas durian-durian lokal asal Sukowono memang cukup terkenal, terutama soal rasa. Meski mayoritas bentuknya agak kecil, banyak varian rasa yang bisa dipilih.
Yang juga istimewa, para petani maupun penjual durian di desa itu seakan sudah tahu betul akan rasa durian yang mereka panen. Mana yang manis dan legit atau mana yang hanya manis.
Termasuk, para petani di sana sudah tahu durian yang ada pahit-pahitnya. Karena itulah, pencinta durian tak perlu bingung lagi. ’’Pembeli tinggal memilih rasa durian yang diinginkan. Nanti diambilkan,’’ ujar Bahrullah.
Selain itu, yang membuat Desa Sukowono (maupun desa lain penghasil durian di Pujer) jadi jujukan adalah masa panen durian yang lebih lama jika dibandingkan dengan daerah lain. Penyebabnya, waktu masak durian-durian di sana tidak bersamaan.
Bahkan, masa panen tahun ini diperkirakan lebih lama. Diprediksi, saat Ramadan mendatang (April), masih ada durian yang baru dipanen.
Abdul Rosid, salah seorang warga, mengungkapkan, saat ini sudah banyak durian yang masak, tapi tidak di semua pohon. Ada pula pohon yang buahnya masih kecil. ’’Panennya tidak bersamaan,” ujar warga Desa Sukowono itu.
Desa Sukowono juga punya event yang menjadi daya tarik bagi para pencinta durian. Yakni, Festival Durian yang diselenggarakan pemerintah desa. Acara itu bakal digelar pada 3–8 Maret mendatang.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
