Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 6 Februari 2020 | 03.55 WIB

Durian Kucing Tidur Probolinggo, Seperti Mentah, Rasanya Mirip Ketan

SEGERA PANEN: Riono (kanan) memperlihatkan durian kucing tidur. Warna hijau buah ini begitu segar. Sekilas seperti mentah, tapi sebenarnya sudah matang. (Ronald Fernando/Jawa Pos Radar Bromo) - Image

SEGERA PANEN: Riono (kanan) memperlihatkan durian kucing tidur. Warna hijau buah ini begitu segar. Sekilas seperti mentah, tapi sebenarnya sudah matang. (Ronald Fernando/Jawa Pos Radar Bromo)

Berkunjung ke Desa Branggah di Probolinggo, pencinta durian bisa menemukan beragam varietas lokal. Salah satunya punya nama unik, kucing tidur. Nama itu pemberian warga Malaysia.

---

NAMA desa di Kecamatan Lumbang ini sudah begitu terkenal akan ragam varietas duriannya. Mulai hasil budi daya bibit luar seperti montong hingga aneka durian lokal seperti durian hitam dan bajul.

Di desa itu juga ada satu durian lokal lain yang memiliki keunikan dan perpaduan rasa yang khas. Varietas itu segera memasuki masa panen. Namanya durian kucing tidur.

Nama durian tersebut disesuaikan dengan bentuknya yang memang unik. Menyerupai kucing yang sedang tidur. Riono, salah seorang petani di desa itu, menceritakan, beberapa tahun lalu ada wisatawan asal Malaysia yang membeli durian di tempatnya.

’’Setelah saya perlihatkan, wisatawan itu mengatakan bahwa di negaranya juga ada jenis durian yang seperti itu dan dinamai durian kucing tidur,’’ ungkap pria 41 tahun tersebut.

Selain dari segi penampilan yang menyerupai kucing tidur, buah itu memiliki ciri khas lain dari segi bentuk. Yakni, durinya sangat reket (kerap). Selain itu, warna hijaunya begitu segar. Sekilas seperti buah yang masih mentah.

Namun, jangan salah. Saat dibuka, daging buahnya tergolong besar dan tebal. Lapisan kulitnya juga tipis. Durian itu juga memiliki sensasi rasa yang membikin penikmatnya terkesan. ’’Banyak yang bilang seperti makan ketan. Tapi, lembut, manis, dan sedikit berserat,’’ jelasnya.

Karyono, salah seorang pelanggan durian itu, menceritakan, jika dibandingkan dengan jenis montong atau mentega, durian kucing tidur memiliki rasa yang membikin penikmatnya tidak mudah puas. ’’Sebab, rasa manisnya tidak terlalu legit,’’ ujar laki-laki 49 tahun tersebut.

Pada saat musim durian, Karyono biasanya memesan durian kucing tidur kepada Riono. Selain dikonsumsi sendiri, durian tersebut dijadikan oleh-oleh saat dia pulang ke kampung halamannya di Kediri. ’’Sebab, jumlahnya terbatas. Hanya ada di sini,’’ katanya.

Ya, durian tersebut memang terbilang limited edition. Sebab, pohonnya hanya satu. Karena itu, begitu panen tiba, durian tersebut langsung diborong pembeli.

Biasanya, durian kucing tidur sudah bisa didapat sekarang. Sebab, masa panennya mulai Februari hingga April. Hanya, panjangnya musim kemarau kali ini membuat masa panen raya diperkirakan baru tiba pada Maret hingga Mei mendatang. Namun, penggemar durian yang ingin sekadar mencicipi durian kucing tidur sudah bisa datang ke Branggah.

Ragam durian di Kecamatan Lumbang sudah diakui. Selain di Desa Branggah, buah berduri tersebut banyak ditemui di Negororejo. Posisinya di lereng Gunung Bromo membuat warga membudidayakan buah tersebut. Begitu banyak jenis durian di sana. Mulai montong, simas, mentega, hingga blue band.

Selain itu, kecamatan lain di Probolinggo yang terkenal akan duriannya adalah Krucil.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore