Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 7 Agustus 2026 | 20.20 WIB

Wisata di Manila: Menyusuri Kota Tua, Mencicipi Halo-Halo, hingga Perjalanan Pulang yang Berkesan

Manila, menawarkan perpaduan sejarah, kuliner, hingga pengalaman unik yang membuat perjalanan semakin berkesan. (Ane Herfira/ JawaPos.com) - Image

Manila, menawarkan perpaduan sejarah, kuliner, hingga pengalaman unik yang membuat perjalanan semakin berkesan. (Ane Herfira/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Filipina mungkin belum menjadi destinasi utama bagi sebagian wisatawan Indonesia. Padahal, ibu kotanya, Manila, menawarkan perpaduan sejarah, kuliner, hingga pengalaman unik yang membuat perjalanan semakin berkesan.

Perjalanan JawaPos.com di Manila dimulai dengan mengunjungi kawasan Intramuros, kota tua yang menjadi saksi perjalanan panjang Filipina sejak masa kolonial Spanyol. Meski dikelilingi gedung-gedung modern, kawasan ini tetap mempertahankan pesona klasik lewat jalanan berbatu dan bangunan berarsitektur kolonial yang masih berdiri kokoh.

Salah satu ikon yang paling mencuri perhatian adalah Manila Cathedral, gereja megah yang menjadi pusat umat Katolik di Filipina. Bangunan ini telah beberapa kali dibangun kembali setelah mengalami kerusakan akibat gempa bumi dan perang, namun tetap menjadi simbol penting bagi masyarakat setempat. Hingga saat ini gereja masih aktif digunakan untuk para pengunjung berdoa.

Tak jauh dari sana terdapat Casa Manila, museum yang menampilkan arsitektur khas era kolonial Spanyol. Bangunan bergaya klasik dengan halaman yang asri menjadikannya salah satu spot favorit wisatawan untuk menikmati suasana kota tua sekaligus mengabadikan momen.

Pengalaman pulang dari Manila terasa semakin spesial karena menggunakan pesawat Scoot bertema Spider-Man: Brand New Day. (Ane Herfira/ JawaPos.com)

Perjalanan di Intramuros belum lengkap tanpa singgah ke San Agustin Church. Gereja batu tertua di Filipina yang selesai dibangun pada 1607 ini telah diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO dan menjadi salah satu bangunan bersejarah paling ikonik di negara tersebut.

Setelah puas menyusuri sejarah Manila, saatnya mencicipi salah satu kuliner penutup paling populer di Filipina, yaitu Halo-Halo.

Dalam bahasa Tagalog, Halo-Halo berarti "campur-campur". Nama tersebut sesuai dengan cara menikmatinya, yakni seluruh isiannya harus diaduk sebelum disantap. Dessert ini terdiri dari es serut yang dipadukan dengan berbagai topping seperti kacang merah manis, pisang saba, nangka, jelly, serta cream ubi ungu. Setelah itu ditambah susu evaporasi, es serut, lalu diberi topping leche flan atau satu scoop es krim ubi. Harganya 75 peso atau sekitar Rp 22 ribu.

Sekilas, Halo-Halo memang mengingatkan pada es campur khas Indonesia. Namun, kombinasi bahan dan cita rasanya menghadirkan pengalaman yang berbeda. JawaPos.com berkesempatan mencicipi Halo-Halo di Mang Inasal, salah satu jaringan restoran populer di Filipina.

Perjalanan pun akhirnya tiba di penghujung

Pengalaman pulang dari Manila terasa semakin spesial karena menggunakan pesawat Scoot bertema Spider-Man: Brand New Day. Sebelum lepas landas, penumpang disambut pesan spesial dari Peter Parker, kemudian disuguhkan ornamen bertema Spider-Man pada kabin dan sandaran kepala kursi, pencahayaan bernuansa superhero, hingga kejutan yang diberikan pramugari Scoot.

Editor: Bintang Pradewo
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore