
Ilustrasi: Mengunjungi konservasi fauna laut bisa menjadi opsi untuk mengajak anak di masa libur sekolah. (Istimewa)
JawaPos.com - Musim liburan sekolah tak lagi identik hanya dengan taman bermain atau pusat perbelanjaan. Dalam beberapa tahun terakhir, wisata berbasis edukasi dan konservasi semakin diminati keluarga karena menawarkan pengalaman belajar di luar ruang kelas sekaligus mempererat interaksi orang tua dan anak.
Tren tersebut juga sejalan dengan semakin besarnya perhatian terhadap pendidikan lingkungan.
Baca Juga:Libur Sekolah Dorong Tren Kelas Memasak Keluarga, Kompetisi Jadi Ruang Asah Kreativitas Anak
UNESCO melalui program Sustaining Our Oceans menilai pengalaman belajar langsung di kawasan konservasi mampu meningkatkan ocean literacy atau pemahaman masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem laut sejak usia dini. Program tersebut bahkan mulai diintegrasikan ke berbagai sekolah di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Di sisi lain, berbagai penelitian menunjukkan bahwa wisata konservasi yang melibatkan interaksi langsung dengan satwa dapat meningkatkan kepedulian pengunjung terhadap perlindungan lingkungan dibanding sekadar melihat pameran secara pasif.
Studi mengenai pariwisata bahari di Bali juga menyebut aktivitas edukatif menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kesadaran konservasi wisatawan.
Melihat tren tersebut, Marine Safari Bali menghadirkan program liburan sekolah yang memadukan rekreasi dengan edukasi konservasi laut. Berlokasi di kawasan Taman Safari Bali, Gianyar, destinasi ini menjadi rumah bagi lebih dari 10.000 satwa laut dan darat dari sekitar 300 spesies yang tersebar di enam zona ekosistem, mulai dari hutan hujan tropis, sungai, muara, pesisir hingga lautan lepas.
General Manager Marine Safari Bali, Laetitia Delvart, mengatakan pengalaman belajar akan lebih bermakna ketika anak-anak dapat berinteraksi langsung dengan satwa dan memahami bagaimana proses konservasi dilakukan.
"Liburan sekolah merupakan momen yang berharga bagi keluarga untuk menghabiskan waktu bersama sekaligus memperkenalkan anak-anak pada pengalaman belajar di luar ruang kelas," katanya.
"Dengan menghadirkan kesempatan bagi pengunjung untuk berinteraksi lebih dekat dengan satwa laut serta tim yang merawatnya, kami berharap dapat menumbuhkan apresiasi yang lebih besar terhadap ekosistem laut Indonesia sekaligus menginspirasi generasi mendatang untuk berperan aktif dalam upaya konservasi laut," lanjutnya.

Prediksi Skor Kanada vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Lebih Diunggulkan, Mampukah Les Rouges Balas Dendam?
Prediksi Skor Paraguay vs Prancis di 16 Besar Piala Dunia 2026: Ujian Konsistensi si Biru
Prediksi Skor Meksiko vs Inggris di Piala Dunia 2026: Kelemahan 3 Singa di Estadio Azteca
Prediksi Skor Brasil vs Norwegia di Piala Dunia 2026: Statistik Vikings Siap Hancurkan Samba
Prediksi Skor Brasil vs Norwegia: Bursa Taruhan Dunia Jagokan Selecao, Opta Beri Peluang Menang 53,6 Persen
Prediksi Skor Meksiko vs Inggris di Piala Dunia 2026: Ujian Konsistensi The Three Lions Demi Lolos Perempat Final!
Prediksi Skor Prancis vs Paraguay: Bursa Taruhan Jagokan Les Bleus, Opta Catat Peluang Menang 79,7 Persen!
Kisah Renato Veiga, Bek Timnas Portugal yang Tumbuh di Maroko hingga Memilih Memeluk Agama Islam
Prediksi Skor Kanada vs Maroko: Bursa Dunia Sepakat Pilih Atlas Lions, Opta Beri Peluang Menang 51,8 Persen
Prediksi Skor Inggris vs Meksiko: Bursa Taruhan Dunia Tetap Jagokan Three Lions, Rekor Angker Azteca Jadi Ancaman
