
DURIAN PESISIR: Harga durian dari Jelodro disesuaikan dengan ukuran buahnya. Kualitasnya cukup diakui. (Joko Kuncoro Jawa Pos Radar Tuban)
Meski berada di wilayah pesisir yang sebenarnya tak terlalu cocok untuk menjadi lahan budi daya, Kabupaten Tuban memiliki sentra penghasil durian. Ada sejumlah varietas lokal yang sukses dikembangkan.
---
TAK seperti kabupaten/kota lain di Jatim yang sudah tersohor, Tuban sejatinya bukan daerah penghasil durian. Di sana, tidak ada yang namanya pohon indukan. Apalagi varietas lokal asli.
Bertempat di daerah pesisir menjadi penyebab. Bahkan, dulu banyak petani yang menganggap sang raja buah tak akan mampu tumbuh dan berbuah di Tuban.
Sejarah budi daya durian di Tuban baru dimulai pada 1980-an. Diawali lewat program bantuan bibit dari pemerintah kabupaten (pemkab) setempat kepada para petani di Kenduruan, sebuah kecamatan yang berbatasan dengan Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.
Kala itu, ada ribuan bibit pohon yang dibudidayakan. Mayoritas adalah durian petruk, varietas asli Rembang, serta durian manca seperti montong.
Dalam perjalanan waktu, anggapan bahwa durian tak akan tumbuh tak terbukti. Ternyata, ada sejumlah bibit yang kini sukses tumbuh menjadi pohon yang menghasilkan. Memang, kuantitasnya belum banyak.
Salah satu daerah yang sudah mampu menghasilkan durian adalah Desa Jelodro. Di sana, ada sekitar 20 pohon yang hasilnya sudah bisa dipanen.
Ketelatenan para petani dalam merawat menjadi salah satu penyebab kesuksesan bibit-bibit itu menghasilkan buah. Ditambah, adanya kecocokan antara bibit dan tanah di desa itu. ”Sebenarnya, ada banyak bibit yang ditanam di sini. Tapi, sebagian mati,” kata Sutarno, salah seorang pemilik pohon durian.
Saat ini dia memelihara lima pohon. Semuanya ditanam di area persawahan miliknya. Rata-rata pohonnya sudah besar. Ketinggiannya mencapai 15 meter. Selain itu, ada pohon yang baru berbuah atau mulai pembibitan.
Meski berada di wilayah pesisir, pohon-pohon yang dibudidayakan Tarno ternyata tak kalah dengan pohon durian di daerah pegunungan. Hasil panennya lumayan melimpah. Setiap panen, satu pohon bisa menghasilkan 300 butir. ”Itu di pohon yang sudah besar. Beda lagi kalau yang masih kecil,” ujarnya.
Kualitasnya juga diakui. Terbukti, ketika musim panen tiba, para penggemar dari berbagai daerah berdatangan ke Jelodro untuk berburu sang raja buah.
Para penggemarnya menyatakan, durian lokal Jelodro memiliki rasa manis yang khas dengan isi buah yang banyak dan tebal. Selain itu, yang bikin penggemar kesengsem adalah kematangan durian yang dijual para petani. Sebab, semua durian yang dipanen itu menunggu jatuhan, tidak dipetik.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
