Logo JawaPos
Author avatar - Image
29 Maret 2026, 01.22 WIB

Wisata ke Taman di Beijing cukup Rogoh Rp 24 Ribu, Disambut Bunga Sakura Bermekaran

Taman-taman di berbagai lokasi di Beijing mulai dipadati pengunjung dari dalam maupun luar kota yang ingin melihat bunga sakura bermekaran pada awal musim semi. (ANTARA) - Image

Taman-taman di berbagai lokasi di Beijing mulai dipadati pengunjung dari dalam maupun luar kota yang ingin melihat bunga sakura bermekaran pada awal musim semi. (ANTARA)

JawaPos.com - Taman-taman di berbagai lokasi di Beijing mulai dipadati pengunjung dari dalam maupun luar kota yang ingin melihat bunga sakura bermekaran pada awal musim semi. Salah satu taman yang dipadati pengunjung adalah Taman Yuyuantan yang berlokasi di bagian barat kota Beijing dan berjarak sekitar 10 kilometer dari pusat kota.

"Musim semi adalah waktu terbaik untuk datang ke sini melihat bunga bermekaran dan cocok untuk berfoto. Saya puas datang ke sini meskipun pagi ini cukup berkabut sehingga hasil foto kurang maksimal," kata pengunjung asal Malaysia, Marlena Abu Samah, di Taman Yuyuantan Beijing, Kamis (26/3).

Marlena mengaku pertama kali datang ke Beijing dengan mamanfaatkan fasilitas bebas visa. Selain mendatangi Taman Yuyuantan, ia juga sudah mengunjungi Tembok Besar China.

"Saya datang bersama teman, kami tahu taman ini dari TikTok lalu kami pun ke sini. Saya lihat 'cherry blossom' di serial drama Tiongkok tapi di Asia Tenggara kan tidak ada jadi saya ingin lihat, sangat cantik," tambah Marlena.

Untuk berkeliling di taman seluas 132 hektare tersebut, pengunjung dapat membeli tiket masuk seharga 10 RMB (sekitar Rp 24 ribu) melalui aplikasi WeChat.

Terdapat berbagai jenis bunga di taman Yuyuantan yaitu sakura (樱花 dibaca yīnghuā) berwarna merah muda dengan ujung kelopak bunga berlekuk seperti ada belahan kecil, bunga plum (梅花 dibaca méihuā) dengan berbagai warna seperti putih, merah muda, atau merah tua dengan kelopak berbentuk bulat, dan bunga persik (桃花 dibaca táohuā) dengan kelopak merah muda dengan ujung yang agak runcing.

Meski memasuki musim semi, langit Beijing malah berwarna abu-abu karena polusi udara yang mengurangi jarak pandang dengan indeks kualitas udara (AQI) mencapai lebih dari 200 yang tergolong sangat tidak sehat. Menara China Central Television (CCTV) yang menjadi salah satu objek foto terkenal di taman Yuyuantan pun menjadi tidak terlalu terlihat.

Namun, banyak pengunjung tetap antusias mengabadikan keindahan bunga mekar dengan cara mereka masing-masing baik menggunakan kamera ponsel dan bantuan tripod, tongkat swafoto (tongsis), pemantul cahaya, bahkan menggunakan kamera profesional.

Selain itu, pengunjung lain mengenakan berbagai kostum mulai dari baik baju tradisional Tiongkok hanfu lengkap dengan sanggul dan hiasan rambut maupun seragam sekolah seperti tokoh-tokoh kartun Jepang dan menyewa jasa fotografer bayaran.

Terdapat sejumlah lokasi rekomendasi bagi penjungung untuk berfoto seperti taman bunga sakura di bagian barat, danau pengalihan di bagian utara, pulau Zhongshan di bagian selatan, dan taman Liuchun di bagian timur.

Jika lelah, pengunjung dapat beristirahat di tepi danau seluas 50 hektare di tengah taman sembari menikmati pemandangan danau, melihat penampilan musik èrhú khas Tiongkok yang mirip seperti rebab atau sekadar duduk di bawah rindangnya pohon dengan angin musim semi yang tidak terlalu dingin.

Terdapat pula jasa penyewaan kapal dengan kapasitas empat hingga enam orang untuk menjelajahi danau dengan harga per jam mulai dari 200 RMB (sekitar Rp 490 ribu).

Pengunjung juga bisa membeli berbagai jajanan seperti kue beras ketan khas musim semi yang berwarna hijau dengan isian kacang merah, roti daging keledai, dan berbagai jenis satai dengan harga mulai dari 7 RMB (sekitar Rp 17 ribu).

Selama musim semi, pengunjung disarankan untuk datang pada hari kerja khususnya sebelum 13.00 waktu setempat untuk menghindari kerumunan dan cuaca panas yang kering dan menyengat kulit.

Pengunjung juga diimbau untuk tetap terhidrasi dengan mengonsumsi air putih yang cukup serta menggunakan pelembap tubuh dan tabir surya. Hal itu penting mengingat cuaca di Beijing cenderung kering sehingga berpotensi meningkatkan risiko serangan panas.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore