Penampakan KA Argo Wilis dengan livery hari kemerdekaan dan film Jumbo di Stasiun Gubeng. KAI Daop 8 Surabaya siapkan 2 KA tambahan selama long weekend hari Kemerdekaan. (KAI Daop 8 Surabaya)
JawaPos.com - Hujan deras yang mengguyur wilayah sejumlah daerah di Pulau Jawa dan sebagian besar Indonesia dalam beberapa hari terakhir ikut berdampak pada perjalanan kereta api. Genangan banjir di sejumlah titik lintas Pekalongan dan Semarang memaksa PT Kereta Api Indonesia (Persero) membatalkan puluhan perjalanan.
Situasi ini membuat banyak calon penumpang mencari alternatif rute yang lebih aman dan minim risiko gangguan cuaca. Salah satu opsi yang kerap jadi andalan saat jalur utara terganggu adalah jalur selatan Jawa.
Meski bukan tanpa risiko, lintasan ini relatif lebih aman dari banjir rob dan luapan sungai besar yang sering terjadi di wilayah Pantura. Sebagai panduan, berikut daftar kereta api yang tidak melintasi jalur utara Jawa dan bisa dipertimbangkan oleh masyarakat yang ingin tetap bepergian dengan kereta saat cuaca ekstrem melanda.
Kereta Eksekutif Jalur Selatan
Untuk penumpang yang mengutamakan kenyamanan, sejumlah KA kelas eksekutif berikut melaju melalui jalur selatan:
- Argo Wilis
- Turangga
- Argo Semeru
- Bima
- Taksaka
- Lodaya (Bandung–Solo)
- Sawunggalih (Pasar Senen–Kutoarjo)
Kereta-kereta ini umumnya menghubungkan kota besar seperti Bandung, Yogyakarta, Solo, hingga Surabaya tanpa melewati Semarang maupun Pekalongan. Cocok bagi penumpang jarak jauh yang ingin menghindari potensi keterlambatan akibat banjir di Pantura.
Kereta Ekonomi dan Campuran Favorit Penumpang
Bagi penumpang dengan bujet lebih hemat, jalur selatan juga dilayani banyak KA ekonomi dan campuran yang cukup populer:
- Lodaya
- Kutojaya Selatan
- Serayu
- Progo
- Bengawan
- Jaka Tingkir
- Pasundan
- Kahuripan
Selain tarif yang relatif terjangkau, kereta-kereta ini terkenal sebagai 'kereta rakyat' karena melayani banyak kota dan kabupaten di Jawa bagian selatan.
Kenapa Jalur Selatan Lebih Aman dari Banjir?
Secara geografis, jalur selatan Jawa melewati kawasan perbukitan dan dataran tinggi. Hal ini membuat lintasan relatif lebih aman dari banjir rob dan luapan sungai besar yang sering melanda wilayah pesisir utara, terutama saat curah hujan tinggi bersamaan dengan pasang air laut.
Namun, bukan berarti jalur ini bebas risiko. Pada musim hujan ekstrem, potensi gangguan tetap ada, seperti longsor atau genangan di titik tertentu. Meski begitu, secara historis, gangguan di jalur selatan cenderung lebih jarang dibandingkan Pantura.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
