Candi Cetho, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah (Dok. Pemerintah Kabupaten Karanganyar)
JawaPos.com - Indonesia merupakan negara yang memiliki enam agama, yakni Islam, Kristen, Katolik, Budha, Hindu, dan Konghucu.
Jamaah keenam agama tersebut tersebar di seluruh provinsi Indonesia, salah satunya adalah Provinsi Jawa Tengah.
Jawa Tengah memiliki destinasi wisata religi yang mempresentasikan keenam agama di Indonesia.
Berikut merupakan destinasi wisata religi di Jawa Tengah yang dapat digunakan sebagai sarana belajar dan toleransi.
Gua Maria Kerep Ambarawa
Dilansir dari akun tiktok @wisatajateng.com, Gua Maria Kerep Ambarawa (GMKA) memiliki pesona bangunan bagi Patung Bunda Maria Assumpta setinggi 42 meter yang megah. Tidak hanya itu, di tempat ini memiliki sejumlah spot yang dapat digunakan untuk berdoa dan berziarah.
Selain dipakai untuk berdoa dan berziarah, destinasi wisata ini juga digunakan untuk rekreasi oleh pengunjung umum. Kawasannya yang asri, tenang, dan terdapat kafe membuat tempat ini cocok digunakan destinasi wisata religi.
Candi Sojiwan
Dilansir dari akun tiktok @gejapramono, candi ini terletak di Desa Kebondalem Kidul, Klaten. Candi ini tak jauh dari candi Prambanan.Candi ini memiliki pesona yang indah, diantaranya relief fabel, suasana yang asri, dan kawasannya yang bersih.
Candi ini diperkiraan sudah berdiri sejak abad ke-9 Masehi. Candi ini disebut dengan "Bukit Para Dewa" yang bercorak agama Budha. Destinasi wisata satu ini tak hanya digunakan sebagai wisata religi, namun juga dapat piknik kecil-kecilan sambil melihat indahnya bukit.
Museum Jenang Kudus
Dilansir dari akun tiktok @gitasadida, harga tiket masuk ke museum ini dibanderol seharga Rp15.000. Museum ini menyajikan replika menara Kudus, proses pembuatan jenang mubarok, dan budaya Kota Kudus.
Selain itu, wisatawan juga akan disambut interior kaligrafi yang menakjubkan. Wisatawan juga dapat melihat koleksi Al-Qur'an raksasa dan Al-Qur'an kuno yang terbuat dari berbagai bahan.
GPIB Immanuel Semarang (Gereja Blenduk)
Gereja Blenduk terletak di Jl. Letjen Suprapto No.32, Tanjung Mas, Semarang Utara, Kota Semarang. Dilansir dari akun tiktok @victoria_esje, Gereja Blenduk tepatnya berada di kawasan Kota Lama.
Gereja ini dibangun pada tahun 1753 oleh bangsa Portugis. Bentuk bangunan ini dulunya seperti rumah panggung Jawa kemudian direnovasi pada tahun 1894 oleh Belanda dengan gaya arsitektur Barok Renaissance. Bentuknya yang membulat membuat gereja ini dijuluki blenduk.
Candi Cetho
Candi Cetho terletak di Desa Gumeng, Jenawi, Kabupaten Karanganyar. Candi yang bercorak Hindu-Jawa ini terletak di kaki Gunung Lawu yang terletak di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Dilansir dari akun tiktok @ceritasimut, candi ini menawarkan pemandangan kebun teh dan memiliki udara yang segar. Are candi cukup luas dan masih terjaga keasriannya. Selain itu, harga tiket masuknya juga murah yakni sebesar Rp15.000.
Klenteng Hok Tik Bio Ambarawa
Dilansir dari akun tiktok @wisatajateng.com, Klenteng Hok Tik Bio merupakan tempat ibadah yang telah dibangun 150 tahun. Klenteng ini memiliki gaya arsitektur klasik dengan harmoni budaya di dalamnya.
Selain menjadi tempat ibadah, klenteng ini menjadi rumah bagi komunitas seni bela diri, khususnya barongsai dan wushu. Adanya klenteng ini menjadi bukti nyata keragaman budaya dan toleransi di Ambarawa, Semarang.