
Hamparan sawah bertingkat di Sapa, Vietnam, tampak indah dengan warna hijau keemasan dan suasana pedesaan yang tenang. (Viet Nam National Authority of Tourism)
JawaPos.com – Kawasan wisata Sapa di Provinsi Lào Cai, Vietnam, dikenal sebagai destinasi pegunungan yang menawarkan pesona alam dan budaya yang tidak biasa.
Laman resmi Viet Nam National Authority of Tourism menggambarkan Sapa sebagai kota kecil yang menenangkan namun memesona, dengan barisan pegunungan, air terjun tersembunyi, serta komunitas etnik yang menjaga tradisi mereka.
Gambaran ini menegaskan bahwa daya tarik Sapa bukan hanya terletak pada pemandangannya, tetapi juga pada kehidupan masyarakat yang menghuni wilayah tersebut.
Salah satu ikon yang membuat Sapa begitu terkenal adalah hamparan sawah terasering yang terbentang luas di lereng-lereng bukit.
Situs resmi pariwisata Vietnam menuliskan bahwa dari sawah bertingkat hingga pasar cinta yang legendaris, pengunjung diajak untuk meresapi keindahan alam dan keunikan budaya yang dimiliki Sapa.
Sawah ini tidak hanya menjadi sumber penghidupan masyarakat lokal, tetapi juga menyuguhkan panorama yang terus berganti warna sesuai musim, menjadikannya daya tarik yang selalu hidup sepanjang tahun.
Keindahan alam Sapa semakin terasa ketika pengunjung melakukan perjalanan trekking. Portal resmi pariwisata Vietnam menjelaskan bahwa trekking adalah cara terbaik untuk menjelajahi Sapa.
Wisatawan berkesempatan untuk berjalan melewati terasiring alias sawah bertingkat, mandi di air terjun alami, dan mengalami langsung kehidupan budaya etnik di desa-desa sekitar.
Aktivitas ini menjadi pengalaman yang sulit ditemukan di destinasi lain, karena memadukan panorama alam dengan sentuhan kehangatan budaya lokal.
Budaya masyarakat Sapa juga tercermin dari kehidupan pasar tradisional yang masih terjaga hingga kini. Pasar Bac Ha, misalnya, setiap hari Minggu berubah menjadi pusat kehidupan yang penuh warna.
Dalam publikasi resmi Vietnam.travel, digambarkan bagaimana ratusan pedagang dari berbagai kelompok etnik seperti Dzao, Han, Xa Fang, Tay, dan Thai datang dengan pakaian tradisional mereka yang khas.
Suasana pasar ini tidak hanya memikat mata, tetapi juga memberikan gambaran nyata tentang keberagaman budaya yang hidup berdampingan di kawasan pegunungan.
Pemerintah daerah juga berperan aktif dalam menjaga daya tarik Sapa melalui penyelenggaraan berbagai festival.
Laman resmi Sapa Tourist Information Center menyebutkan bahwa pada akhir Maret 2025 digelar Festival Musim Panas bertajuk Sapa – Land of Love, atau Sapa Negeri Cinta.
Acara ini menghadirkan rangkaian kegiatan unik dan penuh hiburan, dirancang untuk memperkenalkan keindahan budaya sekaligus menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
