
Kiri: Tran Van Tien berduka atas kepergian saudaranya, Tran Van Son, seorang pekerja magang teknis asal Vietnam yang tewas akibat gempa bumi Kumamoto. Foto kanan: Pabrik yang hancur karena gempa bumi. (Kyodo)**
JawaPos.com - Gempa berkekuatan magnitudo 7,1 yang mengguncang Prefektur Kumamoto, Jepang, tak hanya merenggut puluhan nyawa, tetapi juga menyisakan kisah pilu seorang pekerja magang asal Vietnam. Tran Van Son meninggal dunia di tempat kerjanya sebelum sempat bertemu putranya yang baru lahir.
Seperti dilansir Kyodo, Sabtu (1/8), Son baru beberapa bulan tiba di Jepang sebagai peserta program magang teknis. Ia datang seorang diri dengan harapan bisa mengumpulkan uang untuk membangun rumah bagi keluarganya di Vietnam.
Kakak laki-lakinya, Tran Van Tien, segera berangkat ke Kumamoto setelah menerima kabar duka tersebut. Ia mengenang adiknya sebagai sosok pekerja keras yang sangat mencintai keluarga.
"Dia bahkan belum sempat bertemu putranya," ujar Tien, mengenang impian adiknya yang kini pupus akibat bencana tersebut.
Misa pemakaman digelar di sebuah gereja di Kota Kumamoto pada Sabtu. Sekitar 200 rekan kerja dan pelayat hadir, memanjatkan doa dalam bahasa Vietnam dan Jepang sebelum meletakkan bunga sebagai penghormatan terakhir.
Son berasal dari Provinsi Ninh Binh di Vietnam utara. Sejak kecil ia dikenal sebagai pribadi ceria dan gemar memancing. Setelah menikah, Son memutuskan berangkat ke Jepang seorang diri demi memperbaiki kehidupan keluarganya. Sebelum berangkat, ia juga belajar bahasa Jepang dengan sungguh-sungguh agar lebih siap menjalani kehidupan di negara tersebut.
Ia bekerja di sebuah pabrik pengolahan logam di Kota Kosa. Kepada kakaknya yang bekerja di Prefektur Hyogo, Son pernah bercerita bahwa bekerja di Jepang tidak mudah karena ia sempat kesulitan beradaptasi dengan lingkungan baru.
Namun, kepribadiannya yang jujur dan rendah hati membuatnya disukai rekan-rekan senior. Mereka kerap membantu pekerjaannya hingga Son akhirnya merasa nyaman menjalani hidup dan bekerja di Jepang.
Belum lama sebelum bencana terjadi, istrinya melahirkan seorang putra di Vietnam. Saat itu, Son mengatakan kepada keluarganya bahwa masa depan sang anak kini menjadi semangat terbesarnya untuk terus bekerja.
Kisah Son menjadi salah satu potret duka di balik gempa besar yang melanda Kumamoto. Bencana tersebut merenggut puluhan korban jiwa dan mengubah kehidupan banyak keluarga dalam sekejap.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Unjuk Gigi!
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
Hasil Piala Presiden: Persebaya Surabaya vs Arema FC 1-0, Yuran Fernandes Gacor!
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Misi Berat Macan Kemayoran!
Aji Santoso Resmi Latih de Red FC, Klub Baru Jawa Timur Pilih Stadion Gelora 10 November Surabaya
Pelapor Diintimidasi Pihak Malik Bawazier Usai Laporkan Kasus Perzinaan
Iran Buka Suara usai Pidato Prabowo, Tegaskan Tak Pernah dan Tak Akan Miliki Senjata Nuklir
