
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni di acara Indonesia Outdoor Festival (Indofest) 2025, Kamis (12/6)/(Foto: Dimas Choirul/Jawapos.com).
JawaPos.com - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) berencana memperketat kuota harian bagi para pengunjung yang hendak mendaki di taman nasional. Hal tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian alam.
"Kita akan menerapkan kuota yang lebih ketat. Sekali lagi, karena ini bukan mass tourism. Jadi bukan dilarang untuk naik gunung, tetapi kuotanya dibatasi supaya sama-sama enjoy, sama-sama nyaman," kata Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni di acara Indonesia Outdoor Festival (Indofest) 2025, Kamis (12/6).
Untuk mendukung pengelolaan yang lebih baik, sistem pendaftaran pendakian akan dilakukan secara daring dan menerapkan pembayaran non-tunai (cashless payment). Langkah itu dilakukan agar lebih transparan.
"Jangan datang di hari H, jangan seperti ke mal, tapi daftar online ada kuotanya, dan kami sekarang sedang menerapkan cashless payment, dari dulu itu masih manual tiket sobek, dan sekarang sudah 87% yang diterapkan oleh Pak Dirjen cashless payment supaya transparan," ujarnya.
Di samping itu, Raja Juli juga mengumumkan untuk mengajak para desainer ikut sayembara desain smart toilet yang ramah lingkungan di taman nasional. Inisiatif ini dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung. "Jangan sampai Rinjani, Merbabu, semua taman nasional kita indah, tapi toiletnya jelek," katanya.
Sebagaimana diketahui, Indonesia memiliki 57 taman nasional dan 134 taman wisata yang dikelola oleh Kementerian Kehutanan. Melalui kebijakan ini, Menhut berharap generasi muda dapat menikmati kekayaan alam Indonesia tanpa merusaknya.
"Kami berharap taman nasional ini bukan mass tourism. Berbeda dengan Bali misalkan, tetapi ini adalah eco-tourism. Tujuan akhirnya adalah konservasi, namun tentu masyarakat umum dapat menikmati apa yang kita konservasi secara bersama-sama," pungkasnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
