Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 25 Agustus 2024 | 18.31 WIB

Destinasi Andalan Baru Banyuwangi, Pulau Bedil Eksotisme Raja Ampat-nya The Sunrise of Java

Pulau Bedil. (Jawa Pos Radar Banyuwangi) - Image

Pulau Bedil. (Jawa Pos Radar Banyuwangi)

Nama pulau ini disesuaikan dengan suara ombaknya yang mirip bedil alias senapan. Kalau memakai ilmu cocokologi, nama itu juga tepat. Sebab, keindahan pulau di sekitar Pantai Mustika tersebut mampu ”membunuh” kepenatan para traveler setelah sibuk beraktivitas.

TIDAK sulit ber-adventure menuju Pulau Bedil. Lokasinya terletak di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Pesanggaran, Banyuwangi. Berjarak sekitar 80 kilometer dari Kota Banyuwangi. Bisa dijangkau memakai kendaraan roda dua maupun empat dengan durasi rata-rata 2,5 jam perjalanan.

Pulau tersebut tak jauh dari Pantai Mustika dan Wedi Ireng. Membuat kawasan itu jadi satu paket wisata bagi para traveler yang healing ke kabupaten berjuluk The Sunrise of Java itu.

Untuk menuju Pulau Bedil, para pengunjung menggunakan perahu. Start dari Pantai Mustika dengan waktu tempuh 15 menit. Selama perjalanan menuju Bedil, pengunjung disuguhi pemandangan laut yang eksotis.

Tak hanya kondisinya yang masih sangat alami, gugusan bukit pulau juga begitu mengagumkan. Warna air lautnya sangat biru dan bersih. Pengunjung bisa berenang di spot air jernih di dalam gua, atau ber-snorkeling menikmati terumbu karang dan ikan. Sampai-sampai, pulau itu disebut-sebut sebagai ”Raja Ampat”-nya Banyuwangi.

Selain itu, pengunjung yang hendak ke Pulau Bedil bisa menikmati daya tarik lain. Yakni, lezatnya ragam masakan laut. Andalannya adalah lobster, yang tersedia di resto Pantai Mustika.

BERJAJAR: Gugusan gunung berjejer membuat Pulau Bedil disejajarkan dengan Raja Ampat. JAWA POS RADAR BANYUWANGI

Tak heran, pulau tersebut kini menjadi jujukan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Mulai Prancis, Australia, hingga Malaysia. Tiap weekend, jumlah pengunjungnya pasti membeludak.

Padahal, sebelumnya Pulau Bedil jarang dikunjungi. Baru delapan bulan terakhir geliat pariwisata di pulau itu terlihat. ”Dulunya sepi pengunjung. Setelah kita kelola dengan baik, pengunjung meningkat,’’ ujar Ketua Pokdarwis Pantai Mustika Budi Wahyono.

Budi mengakui, jumlah pengunjung lumayan bagus. Dia optimistis destinasi baru tersebut akan menjadi salah satu daya tarik tersendiri. Dari Pantai Mustika, pengunjung bisa melewati gate dengan pemandangan gua-gua yang alami. ”Juga bisa menikmati pemandangan ikonik berupa deburan ombak setinggi gunung,” katanya.

Lorong-lorong untuk selfie membuat pilihan spot berfoto di Pulau Bedil makin beragam. ”Kalau cuaca buruk dan ombak besar, pengunjung tidak bisa masuk ke gua. Tapi, tetap bisa melihat deburan ombak dari atas perahu,’’ kata Budi.

Bagi para traveler yang ingin ke sana, meeting point-nya di Pantai Mustika. Dari sana ada paket yang ditawarkan. Mau ke Pulau Bedil, Pantai Mustika, dan Kemuning. Juga sudah disiapkan petugas yang mengantarkan. ”Pengunjung bisa berenang dengan aman dan nyaman,’’ imbuhnya.

Melihat animo pengunjung yang begitu tinggi, Budi akan menerapkan sejumlah strategi. Dia dan kawan-kawan pokdarwis akan bikin tempat kamping di puncak Kemuning. Lokasinya sedang dibenahi, termasuk aksesnya. ’’Tempat ini bersifat privat. View-nya bagus,” katanya.

Pengunjung bisa melihat keluar masuk nelayan. Atau menikmati indahnya sunrise dan sunset. (ddy/aif/c7/ris)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore