
Aktivitas para peserta kemah kerukunan Jumbara, Minggu (3/12).
JawaPos.com – Kerukunan yang dinamai Jumbara dihadiri sejumlah remaja di Bali yang berlangsung selama dua hari dari Sabtu (2/12) hingga Minggu (3/12).
Sesuai namanya, Jumbara atau Jumpa Bhakti Gembira, merupakan aktivitas layaknya kemah.
Kemah tersebut dihadiri khusus anak-anak muda yang berasal dari berbagai agama mulai dari Khonghucu, Katolik, Protestan, Islam, Budha, dan Hindu.
Kemah Jumbara berlangsung di lokasi wisata Kembengan Sari, Kabupaten Badung, Bali, sebuah kemah yang diinisiasi oleh Forgimala Badung (Forum Generasi Muda Lintas Agama).
Selama kegiatan kemah di daerah terbuka, tiap beserta berkesempatan untuk saling mengenal satu sama lain, berdiskusi dan bercerita.
Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta, dalam surat sambutannya mengapresiasi kegiatan kemah kerukunan ini yang mempertemukan berbagai komunitas lintas agama, apalagi berasal dari generasi Milenial dan Gen Z.
“Di sini kalian ditempa bersama dan bekerja sama satu sama lain walaupun berasal dari latar belakang yang berbeda. Di sini kalian menunjukkan rasa bakti, bakti kepada Sang Pencipta, bakti kepada negara,” kata I Nyoman Giri Prasta.
“Di sini kalian bergembira. Bergembiralah karena kalian memiliki sahabat, teman, dan saudara baru. Bergembiralah karena kalian mendapatkan pengetahuan dan wawasan baru,” lanjutnya.
Kemah kerukunan ini diisi sejumlah kegiatan, seperti olahraga, kegiatan keagamaan, kesenian, dan FGD atau sesi sharing dan sosialisasi.
Sesi sosialisasi atau sharing itu sendiri mendatangkan pembicara dari unsur Kemenag, Kejaksaan Negeri, Densus 88, dan BNN.
Para anak muda yang berasal dari berbagai agama dibekali pengetahuan tentang moderasi beragama, bahaya penggunaan narkoba serta aksi intoleran, dan wawasan kebangsaan sebagai agen kerukunan di tengah-tengah masyarakat.
Jumlah peserta kemah Jumbara ini kurang lebih 100 orang, yang berasal dari unsur Ansor dari Islam, perwakilan Gereja Katolik Santo Fransiskus Xaverius Kuta, pemuda Khonghucu, Buddha, Protestan, serta pemuda Hindu dari komunitas Universitas Udayana.
Usai sesi sosialisasi dan sharing, sesi berlanjut pada malam hari dengan kegiatan Api Unggun serta pertunjukan adat Bali dan musik akustik.
Pagi harinya, peserta disambut dengan pemandangan latar pegunungan dan hutan yang indah, sehingga mereka bisa menikmati dan menghayati ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
