
SUDAH DIUJI: Jembatan kaca Bromo sudah pernah menjalani uji beban setelah tersambung. Proses ini dilakukan untuk memastikan jembatan itu aman.
Jika tak ada perubahan, jembatan kaca Seruni Point di kawasan wisata Gunung Bromo, Probolinggo, bakal di-launching dalam waktu dekat. Wahana anyar itu menyiapkan sejumlah daya tarik yang layak untuk dicoba para traveler.
---
SEJAK proses pembangunannya dimulai, jembatan kaca Seruni Point memang sudah mampu mengundang rasa penasaran. Wajar, jembatan itu merupakan jembatan kaca pertama di Indonesia yang dibangun dengan tipe suspended cable.
Selain itu, posisi penempatan jembatan tersebut menawarkan pemandangan yang begitu menarik. Memiliki panjang 120 meter dengan lebar 1,8 meter, jembatan tersebut berdiri di atas jurang dengan kedalaman 80 meter.
Di titik itu, pengunjung bakal bisa menyaksikan sebuah sajian pemandangan yang luar biasa. Yakni, indahnya panorama tiga gunung yang berada di kawasan Bromo. Yakni, Gunung Batok, Semeru, serta Bromo itu sendiri.
Jembatan tersebut juga menyajikan daya tarik uji adrenalin. Yakni, menikmati sensasi berdiri di atas jembatan kaca dengan melihat pemandangan ke bawah. Selain itu, traveler bakal disuguhi atraksi pencahayaan jembatan yang menarik.
”Jadi, pengunjung yang menikmati wisata jembatan kaca Seruni Point Bromo tidak akan kecewa,” ujar Plt Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kabupaten Probolinggo Bambang Heri Wahyudi kepada Jawa Pos Radar Bromo.
Kawasan sekitar jembatan kaca juga sudah tertata. Yakni, terbagi menjadi tiga area. Pertama, area terminal wisata Seruni Point, kedua area jembatan kaca, dan ketiga shuttle area.
Di terminal wisata Seruni Point, terdapat sederet fasilitas. Misalnya, area parkir, bangunan multifungsi (gedung serbaguna), kios suvenir, pujasera, pusat kesehatan, ticketing, ruang tunggu, hingga amfiteater. ”Area ini jadi starting point (titik awal) bagi pengunjung yang hendak menuju jembatan kaca,” katanya.
Setelah itu, dari terminal, pengunjung akan berjalan menuju jembatan kaca hingga berakhir di titik finish point (titik akhir) di shuttle area. ”Di sini (shuttle area, Red) tersedia kendaraan penjemputan,” ujarnya.
Soal keamanan, pengelola memberikan jaminan bahwa jembatan kaca benar-benar aman. Dari segi konstruksi, struktur lantainya berupa kaca pengaman berlapis (laminated glass) dengan total ketebalan 25,55 mm serta dilengkapi double protection steel agar lebih tahan terhadap karat.
Pengoperasian jembatan itu juga diatur sedemikian rupa agar benar-benar aman. Direncanakan, pada tahap awal pembukaan, pengunjung yang melintasi jembatan akan dibatasi sekitar 30 persen sampai 50 persen dari daya tampung. Selain itu, durasinya diatur. Tiap pengunjung diberi waktu maksimal 30 menit.
Sajian itulah yang membuat jembatan kaca Seruni Point bakal jadi ikon baru pariwisata di kawasan Gunung Bromo. (mas/c6/ris)
JEMBATAN kaca Seruni Point Bromo rencananya di-launching bulan ini. Sejauh ini, pogres pembangunannya hampir rampung. Tinggal menyisakan proses pembersihan.
Bahkan jika tidak ada kendala, sepekan ke depan tahap konstruksi rampung total. ”Tinggal menyelesaikan rest area. Diperkirakan pekan depan sudah selesai,” kata KI (konsultan individu) BPPW (Balai Prasarana Permukiman Wilayah) Jatim Ary Munandar.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
