
Seorang keeper sedang memberi makan penguin Humboldt di Eco Green Park, Batu.
JawaPos.com -- Taman wisata edukasi Eco Green Park yang berada di Kota Batu, kedatangan spesies baru dari Perancis. Yakni, Penguin Humboldt (Spheniscus Demersus). Binatang yang biasa hidup berkelompok itu didatangkan dari Zooparc De Beauval, Perancis.
Penguin itu merupakan hasil breeding dari kebun binatang negara asal. Mereka sebelumnya sudah dilakukan pemeriksaan klinis dan uji laboratorium serta observasi masa karantina selama 14 hari di Perancis.
Dokter hewan Eco Green Park drh Nani Yuliati mengatakan, Penguin Humboldt ini merupakan salah satu jenis penguin yang bisa hidup di daerah tropis. "Mereka mempunyai daya adaptasi yang tinggi terhadap suhu dan jenis air, lincah di darat dan gesit di dalam air," kata dia.
Dia menegaskan, penguin ini bukanlah hasil penangkapan liar, namun hasil penangkaran di negara asal. "Mereka (Zooparc De Beauval) memercayakan kami (Eco Green Park, red) untuk ikut serta melakukan konservasi terhadap penguin ini," jelasnya.
Ada 11 penguin yang didatangkan—4 jantan dan 7 betina. Penguin ini sendiri datang sejak tanggal 9 November lalu. Yuli mengungkapkan, penguin ini merupakan pengalaman pertama dari Eco Green Park. Di Jawa Timur, Eco Green Park menjadi taman wisata kedua yang mempunyai koleksi penguin jenis ini. Sebelumnya berada di Taman Safari Prigen, Pasuruan.
Yuli menjelaskan, penguin yang mempunyai tinggi 30-70 cm dengan berat 3-6 kilogram itu mampu hidup di suhu di bawah 20 derajat. "Sebelumnya mereka sudah biasa hidup di suhu tropis. Jadi, tidak masalah ketika hidup di Batu ini," kata dia. Penguin itu sendiri merupakan salah satu penguin jenis kecil.
Di Eco Green Park sendiri, penguin itu ditempatkan di kolam air tawar dengan kedalaman sekitar 2 meter. Selanjutnya juga disediakan ruangan tersendiri dengan air asin. Dalam satu hari, penguin Humboldt diberi makan sebanyak dua kali. Satu penguinnya mampu mengkonsumsi hingga 20 ekor ikan laut.
Untuk saat ini, pengunjung masih belum bisa berinteraksi langsung dengan penguin tersebut. "Feeding time dilakukan keeper. Bulan depan rencananya ada waktu pengunjung feeding time pagi dan sore," jelasnya. Waktu pemberian makan yakni pada pukul 11.00 dan 15.30.
Dengan turut serta dalam konservasi penguin Humboldt, Jatim Park berkontribusi di konservasi penguin dunia. Pihaknya pun memberikan donasi sebesar 50.000 USD atau setara dengan Rp 675 juta untuk program pelestarian penguin Humboldt di Peru.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
