
Pasangan remaja mengabadikan momen di salah satu spot foto di wilayah Sembalun, Lombok Timur belum lama ini.
JawaPos.com - Keindahan alam yang dimiliki daerah di Nusa Tenggara Barat (NTB) benar-benar menjadi daya wisata. Bahkan masih banyak spot yang dapat dikembangkan menjadi destinasi tanpa harus merusak alamnya.
Seperti yang dilakukan sejumlah pemuda Sembalun. Mereka berhasil menyulap pemandangan desanya menjadi objek wisata yang mendatangkan pundi-pundi rupiah. Terobosan itu dilakukank oleh pemuda setempat, karena mereka semakin sadar akan potensi yang dimiliki wilayah lereng Gunung Rinjani ini.
Daerah itu tak hanya terkenal dengan potensi pertaniannya, potensi pariwisata Sembalun juga tak kalah mentereng. Bukan tanpa alasan Sembalun menjadi salah satu destinasi wisata halal untuk bulan madu terbaik di dunia. "Kami melihat di media sosial Sembalun ini mulai viral, makanya kami berpikir apa yang bisa kami lakukan mendongkrak kunjungan wisatanya,” ungkap Hendra pemuda Dusun Bebante Desa Sembalun Bumbung, seperti dilansir Lombok Post (Jawa Pos Group), Sabtu (27/5).
Bersama sebelas remaja lainnya, Hendra terlibat mempromosikan pariwisata desanya. Upaya itu dilakukan dengan membuat lokasi foto dengan latar panorama Desa Sembalun dari ketinggian. Spot ini mengusung konsep rumah pohon dengan sedikit hiasan lengkungan berbentuk jantung yang dihiasi bunga.
Sejumlah papan kayu yang bertuliskan kata-kata dengan cat warna warni juga menjadi aksesoris pelengkap. Mulai dari kata ‘Sembalun Hitz, Sayang Mama, Pria Idaman’ hingga tulisan lainnya menjadi aksesoris untuk berfoto. Spot dibuat bermodalkan urunan, Hendra bersama sebelas temannya. Untuk menjaga keamanan dan ketahanan, lokasi ini dibuat sekuat mungkin dicor bagian dasar.
Tiang dan tempat untuk berdiri dibuat menggunakan kayu agar menyisakan kesan alami pepohonan. “Nggak nyangka animo pengunjung cukup besar juga,” bebernya.
Lokasinya yang berada persis di pinggir jalan menjadi daya tarik sendiri bagi pengunjung yang lewat. Sebagian besar berasal dari kalangan remaja yang datang bersama teman maupun pasangannya. Mereka tak kuasa untuk tidak mampir berfoto bersama hingga selfie mengabadikan momen kunjungan ke Sembalun.
“Sebagai kenang-kenangan kalau udah pernah ke sini sama pacar. Lokasinya bagus dan pemandangannya keren,” ungkap Rizal salah seorang pengunjung yang mengaku dari Mataram.
Animo para pengunjung khususnya dari kalangan remaja yang gila foto dimanfaatkan oleh Hendra dan kawan-kawan. Setiap pengunjung yang ingin foto dikenai tarif Rp 5 ribu. Itu bisa mengambil gambar dengan durasi maksimal lima menit jika pengunjung cukup ramai. Tarif ini diyakini tidak akan memberatkan para pengunjung yang datang.
"Karena tujuan utama kami tidak sekadar untuk mendapatkan keuntungan uang dari sewa tempat, tetapi bagaimana Sembalun ini makin dikenal,” timpal Rozi pemuda Sembalun lainnya.
Mereka percaya, semakin ramai foto berlatar Sembalun diunggah di media sosial, maka akan semakin banyak orang yang tertarik datang ke Sembalun. Dengan demikian, ini tentu menjadi berkah bagi warga desa se-kecamatan Sembalun.
Meski hanya memasang tarif murah untuk sewa tempat foto, ternyata hasilnya dirasakan lumayan. Di hari libur atau weekend, para pemuda ini bisa mengumpulkan kocek hingga Rp 300 ribu. Paling sedikit Rp 60 ribu. Uang tersebut nantinya akan dibagi sebagian dan sisanya akan disimpan sebagai uang kas. “Untuk pemelihatraan tempat ini dan rencana pengembangan juga,” ujar Rozi.
Hendra bermimpi suatu saat nanti Sembalun terus dipoles semakin cantik namun tidak menghilangkan warisan tradisi budaya lokal. Sehingga, sembalun bisa dikenal menjadi salah satu pusat tujuan wisata dunia sejajar dengan lokasi wisata dunia lainnya. (r2/iil/JPG)

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
