Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 20 Januari 2017 | 01.18 WIB

Mesin-Mesin Veteran Perang yang Jadi Monumen

BERGIGI HIU: Pesawat ini menjadi monumen di Taman Prestasi. Ia telah beroperasi pada 1950 hingga 1977. - Image

BERGIGI HIU: Pesawat ini menjadi monumen di Taman Prestasi. Ia telah beroperasi pada 1950 hingga 1977.

Pesawat Jago Ngebom



PERNAH lihat film Pearl Harbour? Film pada 2001 yang disutradarai Michael Bay itu mengisahkan penyerangan Jepang terhadap pangkalan AL Amerika di Hawaii. Negeri Paman Sam kemudian membalas dengan serangan udara langsung ke Tokyo menggunakan pesawat NA B-25 Mitchell. Serangan tersebut dipimpin Letnal Kolonel Udara legendaris Jimmy Doolitle.


Nah, pesawat yang nangkring manis di Taman Prestasi itu adalah ’’saudari’’ seangkatan Mitchell. Namanya Douglas B-26 Intruder. Varian dari Douglas B-26 Invader buatan Amerika serikat. Perannya hampir sama. Tukang ngebom. Cuma ukuran yang membedakan. Intruder adalah pengebom ringan, sedangkan Mitchell pengebom sedang. Yah, lebih gendut sedikit.


Pesawat itu ditugaskan di Skuadron Udara 1 TNI-AU Abdurrahman Saleh. Ia sudah banyak menjalankan operasi. Sejak 1950 hingga 1977.


Keberadaan pengebom begitu penting untuk menghancurkan sasaran-sasaran jauh yang tidak bisa dijangkau pesawat tempur biasa. B 26 punya dua mesin piston-radial buatan Pratt and Whitney dengan tiga bilah baling-baling. Ia bisa membawa dua bom Mk 2 seberat 500 ponds (sekitar 200 kilogram).


Perilaku terbang bomber selalu lamban dan lurus. Tidak seperti pesawat tempur yang lincah bermanuver. Untuk perlindungan, bomber biasanya ditemani beberapa pesawat tempur (fighter). Namun, Intruder bagaimanapun harus punya pertahanan sendiri.


Untuk membela diri, Intruder juga dilengkapi meriam serbu kaliber 20 hingga 37 mm. Dipasang kembar di dua buah kubah. Satu kubah berada di atas pesawat untuk menangkis serangan dari atas. Satunya lagi berada di bawah lambung dekat ekor untuk menembak penyerang yang datang dari bawah. Yang paling sangar, delapan laras meriam dipasang di hidung untuk menghajar musuh (strafe) di permukaan.


Melengkapi tampilan, ada hiasan noseart berupa mulut bergerigi ikan hiu di moncong pesawat. Noseart adalah tren yang populer di kalangan kru pesawat militer pada PD II.




Sang Meriam Antipesawat


KAMU, iya kamu, yang takut hitam karena sinar matahari, jangan bermimpi untuk mengawaki meriam ini, ya. Para pengawak meriam keren ini mesti tahan berjam-jam menatap angkasa. Yap, tugas utama Bofors adalah menembak jatuh pesawat musuh yang mendekat. Karena itu, ada tanda AA (Anti-Aircraft) di belakang namanya.


Meriam ini sangat populer saat Perang Dunia I dan Perang Dunia II. Sebagian besar digunakan tentara sekutu. Saat ini Bofors dipajang sebagai monumen di lapangan Makodam V/Brawijaya, Jalan Raden Wijaya. Di TNI-AD, operasi Bofors dipasrahkan kepada Batalyon Artileri dan Pertahanan Udara (Arhanud).


Bofors biasanya dipasang di titik-titik pertahanan yang rawan kejatuhan serangan udara. Pada masa Perang Dunia I, Bofors digunakan sebagai pertahanan area maupun kota. Versi tidak beroda biasanya dipasang di pinggir kapal perang dengan tujuan yang sama.


Ada tujuh kru yang mengoperasikan Bofors. Dua personel adalah tamtama penembak (tabak). Masing masing duduk di kanan-kiri laras meriam. Mereka bertugas membidik lewat pisir dan menembakkan peluru ke udara. Tabak yang duduk di kanan bertugas mengatur arah meriam secara horizontal (azimut). Tabak sebelah kiri bertugas mengatur elevasi meriam.


Dua orang lagi berdiri di belakang tabak. Mereka adalah komandan dan wakil komandan meriam (Danmer dan Wadanmer). Mereka mengomando seluruh proses operasi penembakan.


Tiga orang sisanya bertugas memasok amunisi. Satu orang adalah tamtama amunisi. Tugasnya memasukkan amunisi ke magasin. Dua lagi yang paling belakang bertugas mengambilkan amunisi. Mereka adalah tamtama pelayan amunisi.

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore