
Foto: Penggagas Komunitas Hong, Zaini Alif memberikan seminar mengenai permainan tradisional di Jakarta, Sabtu (14/11).
JawaPos.com- Permainan tradisional rupanya memiliki peranan untuk menarik wisatawan mancanegara (Wisman) agar berkunjung ke Indonesia. Salah seorang pegiat permainan tradisional, Zaini Alif, melalui Komunitas Hong berhasil mengemas dolanan nusantara ini untuk mendatangkan turis luar. Komunitas Hong sendiri merupakan komunitas yang mencari dan menemukan tentang permainan tradisional.
Komunitas yang didirikan sejak 1998 ini telah menggali ke berbagai wilayah di Indonesia untuk mencari tahu mengenai perkembangan permainan tradisional di setiap daerah. "Selama ini sudah terkumpul sekitar 2.500 permainan tradisional dari Aceh sampai Papua," katanya saat ditemui di Jakarta, Sabtu (14/11).
Komunitas yang bermarkas di Bandung, Jawa Barat, itu sudah banyak menarik pengunjung untuk mencoba maupun sekadar melihat permainan tradisional. Bahkan, tidak hanya orang Indonesia, turis dari berbagai negara pun tertarik untuk menjajal warisan budaya nusantara itu.
"Wah, banyak. Dari Jepang, Malaysia, Amerika, Eropa, di antaranya itu," jelasnya kepada JawaPos.com. Malahan, pihaknya sering kali membatasi kunjungan karena banyaknya permintaan.
Dia menyadari, di Indonesia permainan tradisional seperti ular naga, hompimpa, prepet jengkol, dingklik, dan sebagainya mulai ditinggalkan. Padahal, warisan asli Indonesia ini mempunyai nilai yang tinggi sekaligus bisa membuka peluang usaha baru.
"Permainan tradisional ini kan punya masyarakat. Kalau dimanfaatkan dengan baik tentu akan menghasilkan yang baik pula. Tapi yang terpenting adalah kita ingin melestarikan budaya ini agar terus hidup," terangnya.
Dosen perguruan tinggi di Bandung itu mengaku, mengalami kesulitan saat mengumpulkan permainan nusantara tersebut. Pasalnya, sumber data jarang sekali ditemukan. "Saya malah dapat data permainan ini ada di Belanda. Di sana terkoleksi dengan baik," terangnya.
Dia juga menyanyangkan tidak adanya perhatian pemerintah terhadap peninggalan leluhur ini. Butuh museum untuk menampung sebanyak 2500 permainan tradisional tersebut agar tertata rapi dan tidak lenyap.
"Di Jepang saja yang hanya punya 300 permainan tradisional mereka punya tiga museum. Saya yakin Indonesia ini negeri bermain karena memiliki 2.500 permainan tradisional, ini paling banyak daripada negara lainnya. Namun sayang, satu museum pun tak punya," pungkasnya. (fab/JPG)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Monza vs Cagliari di Liga Italia: Tim Tamu Punya Catatan Impresif di Laga Tandang
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Coventry City: Menang Tipis, De Zerbi Akhiri Tren Buruk
Prediksi Skor Trabzonspor Vs Besiktas di Liga Turki: Salah Cs Punya Rekor Kandang Impresif
UU Ketenagakerjaan Batasi PKWT Maksimal 4 Tahun, Said Iqbal: Kalau Ciptaker Sembarangan
Prediksi Skor Getafe vs Rayo Vallecano: Emil Audero Bantu El Rayo Perpanjang Kutukan 10 Laga!
Persebaya Berangkat ke Makassar Besok! Tavares Siap Tantang Mantan Tim PSM
Prediksi Skor Al Fayha vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: Ivan Toney Siap Menggila di Al Majma’ah
Prediksi Skor Parma vs Torino: Kans Il Toro Tundukkan Tuan Rumah di Stadio Ennio Tardini!
Prediksi Tottenham vs Coventry: Spurs Belum Menang dalam Enam Laga, Coventry Percaya Diri
Prediksi Skor Monza vs Cagliari: Rossoblù Menang Tipis, Rekor Berusia 61 Tahun Terancam Pecah!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022