Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 25 Oktober 2015 | 03.20 WIB

Pentas Seni Pasar Bebas ala Aneka Srimulat

Pentas Seni Pasar Bebas ala Aneka Srimulat - Image

Pentas Seni Pasar Bebas ala Aneka Srimulat

PAGELARAN pentas seni Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) THR Dinas Pariwisata Kota Surabaya akan diakhiri dengan penampilan kelompok seni Keroncong Kuncup Pertiwi pada Minggu  malam  (25/10).  



Sedangkan pada hari sebelumnya, Sabtu malam (24/10), para penonton di Kampung Seni THR Surabaya, Jawa Timur bakal dihibur dengan penampilan Aneka Ria Srimulat yang akan membawakan cerita tentang   datangnya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).



Dengan judul “Pasar Bebas”, seperti biasa pagelaran pentas seni Aneka Ria Srimulat akan dimulai pukul 19.30 – selesai.



Gelaran pentas seni yang tiap bulannya menjadi kegiatan rutin ini telah memasuki bulan ke sepuluh di tahun  2015.  Harapan  UPTD  THR Kota  Surabaya  terus  menjadikan pagelaran pentas seni ini tetap ada adalah  agar  kesenian kesenian tradisional   seperti   keroncong, campursari, ketoprak, Srimulat yang kini sepi peminat ini akan terus ada dan  tidak  tergerus  oleh  modernnya zaman.   



Dan dengan adanya pagelaran  pentas  seni  ini  sebagai salah   satu   bentuk   pelestarian terhadap kesenian tradisional. Kali  ini  Aneka  Ria  Srimulat  akan mengisahkan  kehidupan  Bambang Gentholet yang mempunyai usaha kecil-kecilan   dengan   menjual barang-barang  bekas,  tetapi  masih layak  untuk  dipergunakan.  



Seperti handphone, laptop, rice cooker, seterika,  dan  masih  banyak  lagi. Kemudian  datanglah  si  Insaf  yang ingin  meminta  pekerjaan  di  toko Bambang  Gentholet.  



Insaf yang telah melamar ke mana-mana tidak diterima, membuat Bambang Gentholet kasihan dan akhirnya memutuskan  untuk  menerimanya menjadi pegawai. Memang dasarnya Insaf  orangnya  polos  dan  sama sekali  tidak  tahu  cara  berdagang, dia  berulang  kali  kena  tipu  oleh pembeli.  



Pembeli-pembeli  yang menipunya   membawa   barang-barang  di  toko  Bambang  Gentholet tanpa membayar. Saking polosnya, Insaf  sampai  tidak  sadar  kalau dirinya  telah  kena  tipu.  Bambang Gentholet  yang  menyadari  kepolosan  Insaf  marah-marah,  karena semua tokonya  menjadi kosong dan tidak  ada  uang  hasil  penjualan barang-barang itu sama sekali.



Insaf yang  takut  segera  pergi  tanpa menghiraukan kemarahan Bambang Gentholet.  Lalu,  bagaimana  nasib barang-barang  di  toko  Bambang Gentholet? “Saksikan kisah kepolosan Insaf dalam berdagang barang-barang  eletktronik  hanya  di  Kampung  Seni  THR  Jalan  Kusuma Bangsa 110 (belakang HiTech Mall) Surabaya,” undang sutradara cerita “Pasar Bebas” Lutfie Eko Kucing. (rul/awa/jpg)

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore