
Armada bus PO Neo Trans. (Redbus).
JawaPos.com - Rute darat Makassar–Parepare bukan sekadar jalur penghubung dua kota di Sulawesi Selatan. Di jalur sepanjang kurang lebih 150 kilometer ini, mobilitas ekonomi, pendidikan, hingga aktivitas sosial bergerak hampir tanpa jeda.
Tak heran jika perjalanan Makassar–Parepare selalu ramai, terutama melalui moda bus antarkota.
Makassar, sebagai kota metropolitan dan pusat aktivitas kawasan timur Indonesia, menjadi titik berangkat utama. Sementara Parepare, meski berukuran lebih kecil, memegang peran strategis sebagai kota pelabuhan, simpul transit, dan pusat perdagangan wilayah Ajatappareng.
Keduanya dihubungkan oleh jalan Trans-Sulawesi yang relatif lancar, dengan waktu tempuh rata-rata 3–4 jam.
Di tengah banyaknya pilihan transportasi, hanya beberapa PO bus yang konsisten dipilih penumpang. Bukan tanpa alasan, mulai dari ketepatan jadwal, kenyamanan armada, hingga rute yang efisien. Berikut empat PO bus andalan yang paling sering jadi pilihan perjalanan Makassar–Parepare.
1. DAMRI, Favorit Penumpang karena Tarif Paling Bersahabat
Bagi banyak penumpang, DAMRI adalah pilihan paling rasional. Tarifnya yang terjangkau membuat bus ini jadi andalan mahasiswa, pekerja, hingga warga yang rutin pulang-pergi antarkota.
DAMRI melayani rute dari Agen DAMRI Toddopuli Makassar menuju Agen DAMRI Parepare Mallusetasi dengan harga sekitar Rp 75 ribu. Jadwal keberangkatan relatif konsisten, sehingga mudah direncanakan jauh hari. Meski tidak menawarkan fasilitas mewah, DAMRI unggul dalam aspek keterjangkauan dan kepastian layanan.
2. PO Litha & Co, Dipilih karena Kenyamanan dan Reputasi Panjang
Nama PO Litha & Co sudah lama melekat di dunia transportasi Sulawesi Selatan. Untuk rute Makassar–Parepare, bus ini berangkat dari Terminal Regional Daya Makassar dan melintasi kawasan Lumpue serta sekitarnya.
Dengan harga tiket sekitar Rp 220 ribu, Litha menyasar penumpang yang mengutamakan kenyamanan. Armada busnya dikenal luas, bersih, dan cocok untuk perjalanan tanpa banyak gangguan. Reputasi panjang dan pengalaman operator juga menjadi alasan utama mengapa bus ini tetap diminati hingga kini.
3. PO Neo Trans, Alternatif Andal dengan Rute Lebih Variatif
Neo Trans menjadi pilihan menarik bagi penumpang yang ingin variasi rute. Bus ini melayani perjalanan Makassar–Parepare melalui daerah Wajo dan Ujung Bulu, jalur yang relatif lebih tenang dibandingkan jalur utama tertentu.
Tarif sekitar Rp 155 ribu menempatkan Neo Trans di kelas menengah—tidak semurah DAMRI, namun masih lebih terjangkau dibandingkan bus premium. Kombinasi harga, kenyamanan, dan rute alternatif membuat PO ini cukup diminati, terutama oleh penumpang reguler.
4. PO Borlindo, Konsisten dan Minim Transit

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
