
Suasana KAli Odo, salah satu destinasi wisata keluarga di salatiga, Jawa Tengah. (Adhitya Yustisi/Google Maps)
JawaPos.com – Jumlah Wisatawan Nusantara menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun belakangan. Pelaku perjalanan wisata itu didominasi oleh kelas menengah.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), wisatawan nusantara tembus 1,02 miliar kunjungan pada tahun 2024, atau tumbuh 21,61 persen dari tahun sebelumnya.
Sementara, pada periode Januari hingga September 2025, kunjungan wisatawan nusantara mencapai 901,9 juta. Itu secara konsisten lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada dua tahun terakhir.
Angka tersebut didapat dari akumulasi jumlah pengunjung domestik di seluruh tempat wisata yang ada di Indonesia. Seorang wisatawan nusantara bisa saja mengunjungi lebih dari 1 destinasi wisata dalam satu tahun.
Dominasi kelas menengan pada perjalanan wisata diungkapkan oleh Lembaga riset Next Indonesia Center.
Lembaga itu menyebut kelompok masyarakat kelas menengah sampai saat ini masih menjadi tulang punggung bagi industri pariwisata nasional.
"Kelompok kelas menengah dan menuju kelas menengah ini merupakan tulang punggung industri pariwisata nasional. Volume pergerakan wisata domestik dan total nilai belanja mereka tetap menjadi yang terbesar dibandingkan kelompok lainnya,” kata Direktur NEXT Indonesia Center Christiantoko dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (7/1) sebagaimana dilansir dari Antara.
Christiantoko menyampaikan minat masyarakat kelas menengah untuk berwisata tetap tinggi meski negara sedang mengalami tekanan ekonomi.
Kenaikan biaya hidup yang membuat anggaran wisata mengecil justru mendorong kelas menengah mengubah pola perjalanan dengan memilih destinasi yang lebih dekat dan terjangkau.
Data BPS pun membuktikan hal itu. Christiantoko juga mengutip data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) periode Maret 2024 yang menunjukkan bahwa banyaknya perjalanan liburan dipengaruhi oleh tingginya kelompok ekonomi warga.
Dalam setahun terakhir, sekitar 33,47 persen warga kelas atas pernah berwisata keluar kabupaten/kota. Sementara kelompok miskin yang mengaku pernah berwisata hanya 2,14 persen.
“Ada sekitar 10,4 juta warga kelompok menuju kelas menengah dan 7,6 juta warga kelas menengah yang pernah melancong dalam setahun terakhir,” ujarnya.
Menurut dia, jumlah perjalanan wisata masih dapat terus ditingkatkan. Sebab dalam setahun terakhir hanya 7,8 persen penduduk Indonesia yang pernah pergi ke luar kabupaten/kota tempat tinggalnya.
Sektor pariwisata, lanjutnya, tidak perlu menanam modal besar karena sudah disediakan oleh alam, namun memiliki multiflyer efek yang besar.
Secara nominal, kelompok kelas menengah menyumbangkan dana fantastis sebesar Rp 132,1 miliar per bulan untuk perjalanan wisata, serta Rp 226,5 miliar per bulan untuk hotel dan penginapan.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
