Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 3 Desember 2025 | 18.59 WIB

3 Perbedaan Rute Non-Tol dan Tol Blitar-Malang yang Harus Anda Tahu, Sesuaikan dengan Kebutuhan

Destinasi wisata di sekitar Malang, Jawa Timur yang bisa dilewati ketika menuju Blitar atau sebaliknya. (INDAH MEI YUNITA/RADAR KANJURUHAN) - Image

Destinasi wisata di sekitar Malang, Jawa Timur yang bisa dilewati ketika menuju Blitar atau sebaliknya. (INDAH MEI YUNITA/RADAR KANJURUHAN)

JawaPos.com - Menjelang akhir tahun, arus perjalanan dari Blitar menuju Malang biasanya meningkat tajam. Banyak warga yang mulai bersiap bepergian untuk libur Natal, tahun baru, hingga kunjungan keluarga. 

Di tengah ramainya persiapan tersebut, satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah: lebih enak lewat rute non-tol yang penuh pemandangan, atau masuk jalan tol agar lebih cepat?

Bagi pengendara yang sudah terbiasa, kedua jalur ini menawarkan pengalaman yang jauh berbeda. Rute non-tol Blitar–Malang yang meliputi Kanigoro – Selorejo – Bendungan Lahor – Pujon menghadirkan suasana perjalanan khas pedesaan Jawa Timur yang sejuk dan berkelok. 

Di sisi lain, rute jalan tol menghadirkan perjalanan yang lebih efisien, lurus, dan stabil, cocok untuk mereka yang menargetkan waktu tempuh singkat.

Untuk membantu masyarakat menentukan pilihan terbaik menjelang musim liburan, berikut JawaPos.com rangkum ulasan mendalam mengenai tiga perbedaan utama antara rute non-tol dan jalan tol Blitar–Malang.

1. Perbedaan Kondisi Jalan: Dinamis vs Stabil

Rute Non-Tol: Variatif, Berkelok, dan Melewati Pemukiman

Jika Anda memilih jalur Kanigoro – Selorejo – Bendungan Lahor – Pujon, bersiaplah menikmati kondisi jalan yang cukup dinamis. Setelah keluar dari kawasan kota Blitar, perjalanan akan mulai memasuki wilayah pedesaan dengan jalan yang relatif sempit, terutama di area persawahan dan kampung, banyak tikungan, baik yang ringan maupun curam dan melewati kawasan wisata seperti Bendungan Lahor dan Selorejo termasuk masuk ke jalur naik-turun khas dataran tinggi Pujon.

Perjalanan di jalur ini terasa lebih 'hidup' karena Anda akan berinteraksi dengan lalu lintas lokal, seperti sepeda motor warga, kendaraan angkut hasil bumi, hingga pedagang di tepi jalan. Meski demikian, kondisi ini membuat kecepatan terbatas. Bagi sebagian orang, faktor tersebut menjadi daya tarik tersendiri karena suasananya lebih santai.

Rute Tol: Lebar, Rata, dan Minim Hambatan

Sebaliknya, rute jalan tol Malang–Kepanjen menawarkan permukaan jalan yang mulus dan lebar, cocok untuk perjalanan jarak menengah yang membutuhkan kestabilan. Jalan tol relatif lurus dan datar, minim tikungan tajam, bebas hambatan dari aktivitas warga dan diatur untuk kecepatan konsisten.

Bagi yang membawa keluarga, kendaraan besar, atau ingin meminimalkan risiko kelelahan, jalan tol hampir selalu menjadi opsi yang lebih aman dan nyaman.

2. Kecepatan dan Waktu Tempuh: Santai vs Efisien

Rute Non-Tol: Bisa Lebih Lama

Karena kondisi jalurnya beragam, waktu tempuh lewat Kanigoro–Selorejo–Pujon cenderung lebih panjang. Beberapa faktor yang memengaruhi di antaranya kendaraan harus sering menurunkan kecepatan di area pemukiman, tikungan dan tanjakan membutuhkan kewaspadaan ekstra, potensi macet di Pujon terutama akhir pekan atau musim liburan dan banyaknya titik persimpangan dan pasar lokal.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore