
Destinasi wisata di sekitar Malang, Jawa Timur yang bisa dilewati ketika menuju Blitar atau sebaliknya. (INDAH MEI YUNITA/RADAR KANJURUHAN)
JawaPos.com - Menjelang akhir tahun, arus perjalanan dari Blitar menuju Malang biasanya meningkat tajam. Banyak warga yang mulai bersiap bepergian untuk libur Natal, tahun baru, hingga kunjungan keluarga.
Di tengah ramainya persiapan tersebut, satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah: lebih enak lewat rute non-tol yang penuh pemandangan, atau masuk jalan tol agar lebih cepat?
Bagi pengendara yang sudah terbiasa, kedua jalur ini menawarkan pengalaman yang jauh berbeda. Rute non-tol Blitar–Malang yang meliputi Kanigoro – Selorejo – Bendungan Lahor – Pujon menghadirkan suasana perjalanan khas pedesaan Jawa Timur yang sejuk dan berkelok.
Di sisi lain, rute jalan tol menghadirkan perjalanan yang lebih efisien, lurus, dan stabil, cocok untuk mereka yang menargetkan waktu tempuh singkat.
Untuk membantu masyarakat menentukan pilihan terbaik menjelang musim liburan, berikut JawaPos.com rangkum ulasan mendalam mengenai tiga perbedaan utama antara rute non-tol dan jalan tol Blitar–Malang.
1. Perbedaan Kondisi Jalan: Dinamis vs Stabil
Rute Non-Tol: Variatif, Berkelok, dan Melewati Pemukiman
Jika Anda memilih jalur Kanigoro – Selorejo – Bendungan Lahor – Pujon, bersiaplah menikmati kondisi jalan yang cukup dinamis. Setelah keluar dari kawasan kota Blitar, perjalanan akan mulai memasuki wilayah pedesaan dengan jalan yang relatif sempit, terutama di area persawahan dan kampung, banyak tikungan, baik yang ringan maupun curam dan melewati kawasan wisata seperti Bendungan Lahor dan Selorejo termasuk masuk ke jalur naik-turun khas dataran tinggi Pujon.
Perjalanan di jalur ini terasa lebih 'hidup' karena Anda akan berinteraksi dengan lalu lintas lokal, seperti sepeda motor warga, kendaraan angkut hasil bumi, hingga pedagang di tepi jalan. Meski demikian, kondisi ini membuat kecepatan terbatas. Bagi sebagian orang, faktor tersebut menjadi daya tarik tersendiri karena suasananya lebih santai.
Rute Tol: Lebar, Rata, dan Minim Hambatan
Sebaliknya, rute jalan tol Malang–Kepanjen menawarkan permukaan jalan yang mulus dan lebar, cocok untuk perjalanan jarak menengah yang membutuhkan kestabilan. Jalan tol relatif lurus dan datar, minim tikungan tajam, bebas hambatan dari aktivitas warga dan diatur untuk kecepatan konsisten.
Bagi yang membawa keluarga, kendaraan besar, atau ingin meminimalkan risiko kelelahan, jalan tol hampir selalu menjadi opsi yang lebih aman dan nyaman.
2. Kecepatan dan Waktu Tempuh: Santai vs Efisien
Rute Non-Tol: Bisa Lebih Lama
Karena kondisi jalurnya beragam, waktu tempuh lewat Kanigoro–Selorejo–Pujon cenderung lebih panjang. Beberapa faktor yang memengaruhi di antaranya kendaraan harus sering menurunkan kecepatan di area pemukiman, tikungan dan tanjakan membutuhkan kewaspadaan ekstra, potensi macet di Pujon terutama akhir pekan atau musim liburan dan banyaknya titik persimpangan dan pasar lokal.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
