Wisatawan yang masuk ke dalam Cu chi Tunnels (Dok. Tripadvisor)
JawaPos.com - Cu Chi Tunnels menjadi salah satu situs sejarah paling ikonik di Vietnam yang kini ramai dikunjungi wisatawan.
Terletak sekitar 60 kilometer dari pusat Ho Chi Minh City, jaringan lorong bawah tanah ini menyimpan kisah perlawanan rakyat Vietnam terhadap penjajahan Prancis dan agresi militer Amerika Serikat.
Dibangun sejak akhir 1940-an dan diperluas selama Perang Vietnam, terowongan ini menjadi simbol ketahanan dan strategi gerilya yang luar biasa.
Pada masa perang, terowongan Cu Chi digunakan oleh pasukan Viet Cong sebagai tempat persembunyian, jalur komunikasi, gudang senjata, rumah sakit, hingga dapur umum.
Jaringan terowongan ini membentang sejauh lebih dari 200 kilometer dan menghubungkan berbagai basis dukungan dari pinggiran Saigon hingga mendekati perbatasan Kamboja.
Struktur bawah tanah ini bukan sekadar tempat berlindung, melainkan pusat operasi militer yang memungkinkan serangan mendadak, pelarian cepat, dan mobilisasi logistik secara tersembunyi.
Salah satu strategi yang membuat Cu Chi Tunnels sulit ditembus adalah desainnya yang bertingkat dan penuh jebakan. Pintu masuknya sering disamarkan sebagai gundukan tanah atau ditutup dengan daun-daunan.
"Kami menyamarkan pintu masuk agar tidak terlihat oleh musuh. Bahkan banyak yang kami buat hanya cukup untuk tubuh orang Vietnam," ujar seorang pemandu lokal yang dikutip oleh Vietnam Discovery.
Kini, sekitar 120 kilometer dari jaringan terowongan tersebut telah dipugar dan dibuka untuk umum. Wisatawan dapat menyusuri lorong sempit yang dulunya menjadi jalur hidup para pejuang.
Beberapa bagian bahkan dilengkapi dengan audio guide dan panel interaktif untuk memberikan gambaran lebih jelas tentang kehidupan bawah tanah saat perang berlangsung.
Selain menjadi destinasi wisata sejarah, Cu Chi Tunnels juga menjadi pengingat akan dampak perang dan pentingnya perdamaian.
"Setiap sudut terowongan ini menyimpan cerita tentang keberanian, inovasi, dan daya tahan manusia," tulis Asia Pioneer Travel dalam ulasan mereka.
Bagi wisatawan yang ingin berkunjung, lokasi ini buka setiap hari dari pukul 08.00 hingga 17.00 waktu setempat.
Tiket masuk berkisar antara VND 90.000 hingga VND 110.000 tergantung titik kunjungan, yakni Ben Dinh atau Ben Duoc.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
