Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 28 Agustus 2025 | 03.01 WIB

Pendaki Semeru Kini Dibekali Gelang RFID: Aman dari Risiko Tersesat dan Memudahkan Evakuasi

Potret kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (Unsplash @adriannetwork) - Image

Potret kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (Unsplash @adriannetwork)

JawaPos.com - Gunung Semeru selalu menjadi destinasi favorit bagi para pecinta alam, baik pendaki pemula maupun yang sudah berpengalaman. Keindahan jalur pendakiannya, termasuk Ranu Kumbolo hingga puncak Mahameru, memang memukau. Namun, di balik pesona itu, risiko pendakian tetap tinggi. Kasus pendaki tersesat, jatuh, atau bahkan hilang bukanlah hal baru.

Untuk meningkatkan keamanan pendakian, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) kini memberlakukan kebijakan baru: setiap pendaki wajib menggunakan kartu atau gelang pelacak RFID (Radio Frequency Identification). Kebijakan ini diumumkan melalui unggahan resmi Instagram @bbtnbromotenggersemeru pada 5 Juli 2025.

Apa Itu Gelang/Kartu RFID?

RFID adalah teknologi pelacakan berbasis chip mini yang dilengkapi antena. Saat dikenakan pendaki, gelang ini memancarkan sinyal ke menara pemancar di sepanjang jalur pendakian. Data yang terkirim bisa diakses langsung oleh petugas pos pendakian secara real-time.

Dengan sistem ini, petugas dapat mengetahui lokasi terakhir pendaki, identitas pengguna, hingga informasi penting lainnya. Jika terjadi keadaan darurat, proses evakuasi bisa dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

Kenapa Harus Ada RFID di Semeru?

Meski jalur Semeru sering dianggap ramah, nyatanya tetap ada banyak risiko. Menurut penjelasan dari laman bromotenggersemeru.id, ada tiga ancaman utama:

  1. Pendaki bisa tersesat karena kabut tebal atau salah jalur.
  2. Risiko jatuh di medan curam.
  3. Potensi hilang kontak dengan rombongan.

Dengan RFID, posisi pendaki bisa langsung diketahui oleh petugas. Hal ini tidak hanya memberi rasa aman bagi pendaki, tetapi juga mengurangi kekhawatiran keluarga yang menunggu kabar.

Cara Kerja Gelang RFID

Berdasarkan penjelasan resmi BB TNBTS, cara kerja gelang pelacak ini adalah:

  1. Gelang dilengkapi chip mini dan antena yang memancarkan sinyal.
  2. Sinyal ditangkap oleh menara pemancar di titik-titik jalur pendakian
  3. Data posisi dan identitas pendaki bisa diakses langsung oleh petugas di sistem pusat.
  4. Saat mendekati alat pembaca, chip akan mengirim data detail, termasuk lokasi terakhir. Dengan begitu, setiap pergerakan pendaki bisa terlacak, sehingga meminimalkan risiko hilang.

Syarat Dokumen Pendakian

Pendaki juga harus melengkapi sejumlah dokumen. Persyaratan ini tercantum pada laman bromotenggersemeru.id sebagai acuan resmi calon pendaki, antara lain:

- Bukti pendaftaran & pembayaran.
- Surat pernyataan tanggung jawab.
- Daftar perlengkapan pribadi.
- Identitas diri (KTP) / Kartu Keluarga (KK) untuk yang belum punya KTP.
- Surat izin orang tua/wali (bagi pelajar/mahasiswa).
- Surat keterangan sehat.
- Surat permohonan organisasi (jika ikut organisasi pecinta alam).
- Kartu anggota organisasi / kartu mahasiswa / kartu pelajar.

Dengan kebijakan baru ini, pendakian Semeru menjadi lebih aman, terpantau, dan tertib. Teknologi RFID memberi perlindungan ekstra tanpa mengurangi keindahan pengalaman mendaki.

Bagi calon pendaki, pastikan melengkapi dokumen, memahami alur pendakian, dan menjaga kelestarian alam Semeru. Karena mendaki bukan hanya tentang menaklukkan puncak, tetapi juga tentang keselamatan dan konservasi.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore