Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 11 Mei 2025 | 22.47 WIB

Menikmati Jelajahi Lorong Waktu Selama 4 Abad di Diorama Arsip Yogyakarta

Diorama Arsip Jogja (Radar Jogja) - Image

Diorama Arsip Jogja (Radar Jogja)

JawaPos.com – Perihal wisata di yogyakarta memang tidak bisa diam. Selain menyuguhkan destinasi wisata alam yang memanjakan mata, Yogyakarta juga menyuguhkan destinasi wisata sejarah yang membuat para wisatawan banyak belajar mengenai ‘Jogja’ itu sendiri.

Salah satu destinasi wisata sejarah yang ada di Jogja yaitu Diorama Arsip Jogja, yang dinilai sedikit berbeda dengan museum lain.

Dikutip dari laman website milik Diorama Arsip Jogja, menyatakan bahwa koleksi yang ada di Diorama Arsip Jogja berasal dari arsip bukan berupa artefak/kebendaan seperti pada umumnya yang ada di museum.

Kumpulan arsip tersebut kemudian diolah menjadi berbagai koleksi tiruan yang bisa dinikmati di dalam Diorama Arsip Jogja.

Selain koleksi tiruan, Diorama Arsip Jogja juga memanfaatkan penggunaan teknologi seperti Augmented Reality (AR), fogscreen, hologram, dan  video mapping, untuk menarik perhatian wisatawan untuk berkunjung.

Dalam perjalanan lorong waktu ini, para wisatawan akan disuguhkan dengan 18 ruangan sejarah pembentukan Jogja dari era Panembahan Senopati hingga Keistimewaan Yogyakarta secara runtut.

Ruangan pertama dan kedua bercerita tentang kebangkitan dan kejayaan Mataram Islam, ruang ketiga menceritakan prahara Mataram dan intervensi VOC, ruang keempat membahas Kasultanan Yogyakarta, ruang kelima membahas mengenai geger sepehi, dan ruang keenam mengenai Pura Pakualaman.

Pada ruang ketujuh membahas tentang perang Jawa, ruang kedelapan mengenai perubahan dan pergerakan, ruang kesembilan mengenai kebangkitan elit lokal, ruang sepuluh membahas mengenai Selokan Mataram.

Kemudian, pada ruang 11 membahas mengenai Yogyakarta sebagai Ibukota Revolusi, ruang 12 mengenai penataan pemerintah DIY, ruang 13 mengenai Yogyakarta Kota Pendidikan, ruang 14 membahas Yogyakarta sebagai Kota Kebudayaan, ruang 15 bercerita tentang Yogyakarta sebagai Kota Pariwisata.

Pada ruang 16, adanya peristiwa Pisowanan Ageng 1998, ruang 17 tentang bencana di Yogyakarta, dan ruang delapan belas yang terakhir mengenai Keistimewaan Yogyakarta.

Dilansir dari akun Tiktok @ngalorngidulyuk pengemasan sejarah dengan seni imersif dan informasi membuat museum ini tidak membosankan.

Tiket masuk Diorama Arsip Jogja mulai dari Rp 20.000 untuk Pelajar/Mahasiswa, Rp 30.000 untuk Umum, dan Rp 100.000 untuk wisatawan mancanegara.

Harga tiket tersebut sudah termasuk dengan pemandu yang akan membantu menjelaskan di setiap ruangan.

Wisatawan akan dibawa menjelajahi Jogja mulai dari era Mataram Islam, kemudian era pembentukan kesultanan, era perubahan dan pergerakan, era republik, dan era reformasi.

Di setiap ruangan yang ada di Diorama Arsip Jogja juga terlihat aesthetic dan banyak spot foto untuk mengabadikan momen.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore