Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 27 Oktober 2024 | 19.23 WIB

Merasakan Geliat Kawasan Ijen setelah Dibuka Lagi: Jika Beruntung, Api Biru Bisa Terlihat dari Jarak 500 Meter

JIKA BERUNTUNG: Keindahan blue fire sebenarnya adalah ikon utama Kawah Ijen. Sayang, kini wisatawan sulit menikmatinya karena ada larangan mendekat. (JAWA POS RADAR BANYUWANGI) - Image

JIKA BERUNTUNG: Keindahan blue fire sebenarnya adalah ikon utama Kawah Ijen. Sayang, kini wisatawan sulit menikmatinya karena ada larangan mendekat. (JAWA POS RADAR BANYUWANGI)

Sempat ditutup selama beberapa bulan akibat fluktuasi aktivitas vulkanis, Taman Wisata Alam (TWA) Ijen kembali dibuka. Meski ada pembatasan, sederet keajaiban alam di wahana level internasional itu tetap bisa dinikmati.

JALUR yang ditempuh para wisatawan untuk mencapai Kawah Ijen memang masih sama, tetap “ramah” bagi siapa saja meski memerlukan perjuangan ekstra. Bagi wisatawan yang masih kuat mendaki, mereka hanya perlu berjalan menempuh jarak 3,6 kilometer dari gerbang awal pendakian di Paltuding, meskipun jalurnya cukup menanjak.

Bagi yang tidak kuat mendaki, juga tidak perlu khawatir. Sebab, di sana tersedia troli dorong yang banyak disebut “Taksi Kawah Ijen.” Tiap angkutan dioperasikan oleh dua orang, namun traveler harus bersiap merogoh kocek untuk membayar tarif.

Namun, rasa lelah itu akan hilang setelah tiba di puncak. Sebab, pemandangan di area puncak Ijen memang luar biasa. Danau kalderanya yang memancarkan keindahan warna biru tosca sangat mempesona. Pemandangan kawah serta kepulan asap belerang juga menambah panorama. Lukisan alam di puncak Ijen saat menjelang pagi membuat wisatawan sulit untuk melupakannya. Sunset-nya sangat indah, demikian pula gumpalan awannya.

AGENDA UTAMA: Biasanya wisatawan mancanegara tidak berlama-lama berada di Kawah Ijen. Setelah puas berfoto di spot-spot unggulan, mereka segera turun. (BILLY UNTUK RADAR BANYUWANGI)

Tak heran jika TWA Ijen masih menjadi destinasi prioritas para wisatawan yang singgah di Jatim. Tak hanya wisatawan lokal, tetapi juga mancanegara. Rata-rata, dalam sebulan, jumlah turis yang datang berkisar antara 11 ribu hingga 15 ribu orang. Jumlah itu bisa lebih pada momen-momen tertentu. “Sejak Ijen dibuka kembali, tren kunjungannya terus naik,” kata Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Taufik Rohman.

Rata-rata, para pengunjung di TWA Ijen adalah wisatawan yang transit di Jatim sebelum berangkat ke Bali. Biasanya, alur tujuan mereka adalah kawasan Bromo, Tumpak Sewu, dan Ijen.

ANDALAN: Panorama matahari terbit menjadi salah satu sajian yang ditunggu para wisatawan di Kawah Ijen. (BILLY UNTUK RADAR BANYUWANGI)

Hanya saja, ada satu atraksi andalan Kawah Ijen yang tak bisa dinikmati oleh para wisatawan, yakni indahnya blue flame (api biru) di dekat kawah. Sebab, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) tetap memberlakukan aturan ketat bagi pengunjung. Mereka dilarang memasuki zona radius 500 meter dari dapur solfatar Kawah Ijen. “Namun, jika api birunya besar, dari jarak 500 meter sudah bisa terlihat,” kata Kepala Seksi KSDA Wilayah V Banyuwangi pada BBKSDA Jatim, Dwi Putro Sugiarto.

Namun, sejauh ini, blue fire masih mengecil sehingga sulit terlihat. Menurut Dwi, penyebabnya masih perlu penelitian. (rio/aif/ris)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore