
Ilustrasu pemetik daun teh menjalani aktivitas rutinnya. (Frizal/Jawa Pos)
Destinasi ini tidak hanya menawarkan ragam sajian bertema serba-serbi teh. Pengunjung juga bisa menikmati keindahan dan kesejukan alam hingga lanskap dua kabupaten di perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah.
---
AGROWISATA yang satu ini terletak di kaki Gunung Lawu sisi utara, tepatnya di Desa Girikerto, Sine. Lazimnya kebun teh, destinasi tersebut berada di ketinggian yang mencapai 1.000 meter dari permukaan laut (mdpl). Karena itu, jangan heran jika hawanya begitu sejuk, cenderung dingin.
Jaraknya dari pusat kota Ngawi memang lumayan jauh. Butuh perjalanan sekitar satu jam. Tapi, jangan khawatir. Akses ke sana relatif mudah. Meski berada di dataran tinggi, jalannya cukup representatif dan tidak menanjak.
Selama perjalanan, traveler tidak akan bosan. Sebab, mereka akan disuguhi indahnya pemandangan Gunung Lawu. Apalagi ketika hampir tiba di lokasi. View hamparan kebun teh yang menawan langsung terlihat.
Setelah memasuki kawasan agrowisata tersebut, ragam wahana bisa dinikmati. Pengunjung bisa mencoba sensasi feeding time (memberi makan) rusa atau mencoba segarnya wisata air Sumber Lanang yang berasal dari Gunung Lawu.
Jika ingin merasakan sensasi yang lebih ekstrem, pengunjung juga bisa naik ke Borobudur Hill. Untuk menuju ke sana, traveler harus melewati puluhan anak tangga. Medannya cukup terjal. Karena itu, dibutuhkan fisik yang prima.
Meski berat, ”imbalan” yang didapat pengunjung sepadan. Pemandangan di kawasan itu begitu memesona. Hamparan kebun teh bisa terlihat dari ketinggian. Termasuk lanskap Kabupaten Ngawi dan sekitarnya. ”Keren. Cocok untuk spot berfoto,’’ kata Susanti, wisatawan asal Madiun.
Di atas ketinggian itu, pengunjung juga bisa melihat pohon teh yang dibiarkan tumbuh besar. Usianya diperkirakan ratusan tahun. ”Pengunjung juga bisa keliling kebun. Kami sediakan kendaraan,’’ kata Ahmad Heri, Kabag Agrowisata Kebun Teh Jamus.
Wisatawan bisa memilih alternatif kendaraan untuk mengelilingi kebun teh. Salah satunya, truk yang dimodifikasi seperti bus Tayo. Atau, jika ingin lebih puas lagi, pengunjung bisa berkeliling dengan naik jip. ”Untuk yang ini (naik jip, Red) benar-benar berkeliling kebun teh,’’ kata pria kelahiran Jombang itu.
Sebab, pengunjung yang naik jip bakal diajak hingga ke lereng Gunung Lawu. Di sana, pemandangannya lebih komplet. Selain lanskap Ngawi, wisatawan juga bisa menyaksikan pemandangan Karanganyar, Jawa Tengah.
Di kawasan tersebut juga terdapat area khusus yang biasa digunakan untuk kegiatan paralayang. Sejumlah event pernah digelar di sana. Selain lokasinya strategis, anginnya cukup bagus.
Heri menambahkan, fasilitas keliling kebun teh biasanya diberikan pada hari libur atau saat pengunjung ramai. ”Karena tidak mungkin kendaraan berangkat hanya membawa satu penumpang,” katanya.
Soal biaya, para traveler tak perlu khawatir. Sebab, tarifnya cukup terjangkau. Tiket masuk hanya Rp 15 ribu lengkap dengan bonus produk teh asal Jamus. Tiket naik truk Tayo juga murah, Rp 10 ribu. Kecuali jika ingin naik jip, pengunjung harus merogoh kocek lumayan dalam.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
