SEGERA TERWUJUD: PT ESL melakukan groundbreaking pembangunan ekowisata di area Hutan Lindung, Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, Selasa (28/11).
JawaPos.com - Setelah hampir 13 tahun menanti, mimpi untuk mewujudkan ekowisata pertama di NTB akhirnya segera terwujud. PT Eco Solutions Lombok (ESL) melaksanakan groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan eko wisata di kawasan Hutan Lindung Sekaroh, Kecamatan Jerowaru Lombok Timur, Selasa (28/11).
"Ini akan menjadi ekowisata yang terbesar di NTB. Ada juga pariwisata kesehatan, warisan kebudayaan, pendidikan danpariwisata laut. Mungkin menjadi ekowisata terbesar di Indonesia bahkan ASEAN," jelas Direktur Utama PT ESL John Higson.
Dalam acara peletakan batu pertama ini, hadir Duta Besar Swedia untuk Indonesia Daniel Blockert bersama istri Sara Maria Norling. Kemudian hadir Pj Gubernur NTB Lalu Gita Ariadi, Pj Bupati Lombok Timur M Juaini Taofik, Konsultan Kedutaan Inggris di Jakarta Andy Citawarman, CEO PT Our Ecolution Matthew Schneider, Wakil Direktur PT Sumbawa Suistanble Forest Peter Barkhamar, hingga jajaran Forkopimda dari Dinas Provinsi NTB dan kabupaten kota Lombok Timur.
Peletakan batu pertama untuk pembangunan kantor utama PT ESL ini menandai pembangunan terpadu berkelanjutan berskala besar di Tanjung Ringgit. Perkembangan tahap pertama untuk 3-4 tahun ke depan akan dibangun di dalam proyek bernama Friends Village. Pembangunan pertama ini disebut Friends Village karena merupakan pengembangan 100 vila ramah lingkungan yang dibangun dengan gaya keberlanjutan berbeda, menggunakan berbagai bahan bangunan, teknologi, dan teknik rendah karbon yang berkelanjutan oleh para investor yang merupakan pembela pembangunan berkelanjutan dari seluruh pelosok dunia.
Hal itu berfungsi sebagai sebuah karya unik untuk solusi berkelanjutan. Sejalan dengan komitmen net zero NTB 2050 dan MoU pembangunan rendah karbon dan berketahanan iklim yang ditandatangani dengan Bappenas di bulan Agustus 2023. Kemudian dalam 12 tahun ke depan berencana membangun pengembangan ekowisata, pariwisata medis, pariwisata bahari terbesar di Indonesia dengan kapasitas yang direncanakan lebih dari 3.000 tempat tidur wisata. Ini akan menyerap ribuan tenaga kerja.
Lebih lanjut John menjelaskan, groundbreaking pengembangan ESL pada 28 November itu setelah tertunda selama 10 tahun akibat sebelumnya terjadi okupasi ilegal pada areal izin PT ESL. Kepastian pembangunam didapat setelah vonis Mahkamah Agung dan akhirnya kegiatan ilegal itu dibatalkan oleh BPN pada Desember 2022.
Kerusakan yang terjadi di kawasan Tanjung Ringgit saat ini sangat parah. Lebih dari 120 hektar hutan lindung ditebang secara ilegal dan akibatnya menghancurkan banyak tumbuhan dan hewan yang terancam punah.
Lantaran tidak mungkin untuk memulai proyek di kawasan yang rusak secara lingkungan. PT ESL terpaksa melakukan reboisasi di lahan seluas 120 hektar dengan lebih dari 30.000 pohon bekerja sama dengan mitra dari UNRAM, masyarakat lokal dan KPH. Kini setelah sebagian hutan direhabilitasi, PT ESL bisa memulai pembangunan.
"Kami sudah menunggu lama untuk hari ini. Terima kasih kepada Pj Gubernur Lalu Gita Ariadi, dan Pj Bupati M Juaini Taofik yang saat itu menjadi Camat. Bu Wagub Rohmi yang yang sudah mendukung kami dan banyak pihak yang tidak bisa kami sebutkan satu-satu," ucap John.
Nantinya, melalui kerja sama dengan Konsorsium Iklim dan Lingkungan Hidup NTB, PT ESL menggarap sejumlah perusahaan inovatif pemasok bahan bangunan rendah karbon berkelanjutan yang membuat bahan bangunan dari limbah. Beberapa diantaranya adalah Block Solutions yang membuat bahan penyusun dari plastik daur ulang yang sudah ada di Provinsi NTB.
Pihak lain seperti Our Ecolution juga turut hadir akan membangun panel bangunan dari limbah jerami padi. Pihak SIPOD yang akan membangun panel bangunan rendah karbon dan ringan yang terbuat dari limbah pertambangan. Termasuk pihak Plana yang akan membangun bahan bangunan yang terbuat dari plastik daur ulang. Mereka berencana membangun pabrik di Provinsi NTB untuk memasok produk-produk tersebut. Hal ini sejalan dengan program zero waste NTB dan komitmen Net zero 2050.
PT ESL juga bekerja sama dengan Ecobarge – perusahaan asal Swedia, akan menciptakan eco-marina terapung pertama di Indonesia yang dapat menghasilkan energi berkelanjutan. Mengolah air limbah, dan membuat pendingin untuk perikanan. Akan dibuat usaha parkir perahu patungan dengan masyarakat setempat. Marina ini akan melayani fenisi, perahu selam, perahu selancar, dan transportasi listrik berkelanjutan ke Sumbawa Barat Daya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
