
Sejumlah siswa SMA Negeri 10 Surabaya sedang menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). (Novia Herawati/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan isu tentang pemaksaan siswa yang mengikuti pembelajaran daring untuk datang ke sekolah guna mengambil Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak benar atau hoaks. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya mengemukakan pihaknya saat ini belum menyusun atau membahas petunjuk teknis (juknis) terkait penyaluran MBG dalam kondisi pembelajaran daring.
"Sampai saat ini, pemerintah sendiri belum memutuskan kebijakan pembelajaran online pada anak-anak sekolah," katanya dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (25/3).
Sony menambahkan, pelaksanaan Program MBG sejauh ini masih mengacu pada mekanisme yang berlaku di sekolah saat kegiatan belajar mengajar berlangsung secara tatap muka. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumbernya, utamanya yang beredar di media sosial.
Setiap kebijakan resmi terkait MBG akan disampaikan langsung oleh BGN melalui kanal komunikasi yang kredibel. BGN juga berkomitmen memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai standar, baik dari sisi kualitas gizi maupun tata kelola penyaluran agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para siswa di seluruh Indonesia.
"Jika nantinya ada kebijakan baru, termasuk dalam situasi pembelajaran daring, tentu akan kami kaji secara matang dan diumumkan secara resmi," tuturnya.
Sebelumnya, beredar isu bahwa pembelajaran siswa akan kembali dilaksanakan secara daring dalam rangka penghematan BBM, namun, pemerintah belum mengumumkan secara resmi terkait kebijakan tersebut. Wakil Ketua Komisi X DPR RI MY Esti Wijayanti menyatakan tak setuju soal wacana kegiatan belajar bagi siswa sekolah kembali dilaksanakan secara daring mulai April 2026 demi kebijakan efisiensi atau strategi penghematan energi yang dilakukan pemerintah.
Belajar dari pengalaman Covid-19, menurut dia, strategi pembelajaran daring kurang efektif bagi siswa sekolah. Dia mengatakan bahwa wacana kebijakan itu perlu dikaji lebih mendalam.
"Pembelajaran secara daring pernah kita laksanakan ketika terjadi wabah Covid-19. Dan kita semua tahu sistem tersebut meninggalkan problem yang tidak sederhana bagi dunia pendidikan kita," kata Esti.
Dampak yang dimaksud meliputi tantangan kemampuan anak dalam menyerap materi pelajaran, kedisiplinan, pembentukan karakter, kendala teknologi, dan lain sebagainya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022