
DALAM PEMERIKSAAN: Penyidik meminta keterangan KR di Markas Polda Kaltim tadi malam (30/1).POLDA KALTIM UNTUK KALTIM POST
KABAR bahwa sejumlah negara membuang jenazah yang terpapar Covid-19 ke laut menyebar cepat melalui aplikasi WhatsApp kemarin. Informasi dalam bahasa Inggris itu dilengkapi video mayat orang-orang kulit hitam yang tergeletak di pantai.
”Some countries throw covid 19 infected dead bodies into the seas. Advice to stop eating seafood. the world is really coming to an end. god, please intervene.” Begitu kabar yang menyebar kemarin. Di YouTube, video serupa diunggah kanal Randy Macarial dengan menyebut lokasi pantai di Filipina.
Saat ditelusuri menggunakan situs YouTube DataViewer, video yang sama pernah diunggah kanal Godspower Oshodin pada Juni 2019. Unggahan itu sekaligus mematahkan klaim bahwa mayat-mayat di pantai tersebut adalah korban pandemi Covid-19. Sebab, penyakit yang disebabkan virus mematikan itu baru ditemukan kali pertama pada Desember 2019.
Kanal YouTube Godspower Oshodin menyebut rekaman itu sebagai bukti banyak imigran Afrika yang ingin menyeberang ke daratan Eropa. ”Jumlah orang Afrika kulit hitam yang mati di laut melampaui mereka yang meninggal selama era perdagangan budak yang terkenal di abad ke-19,” bunyi keterangan kanal tersebut. Anda bisa melihatnya di bit.ly/JenazahParaImigran.
Peristiwa itu sebenarnya terjadi pada 2014. Portal berita Daily Mail pernah memuat foto tentang kejadian yang sama pada 26 Agustus 2014. Disebutkan, mayat imigran asal Afrika itu ditemukan tersapu ke arah pantai, 30 mil sebelah timur Tripoli. Hampir 200 imigran diduga tenggelam setelah berupaya menyeberang ke daratan Eropa dengan sebuah kapal kecil.
Seorang juru bicara penjaga pantai Libya Abdellatif Mohammed Ibrahim mengatakan, beberapa mil dari lepas pantai telah ditemukan sisa-sisa kapal kayu yang membawa sekitar 200 imigran. ”Kami berhasil menyelamatkan 16 orang dan menemukan 15 mayat. Tetapi, pencarian berlanjut untuk sekitar 170 orang yang hilang di laut,” jelasnya.
Situs pencari fakta pesacheck.org juga menuliskan klarifikasi atas informasi yang mengklaim bahwa mayat tersebut merupakan korban Covid-19. Ulasan yang terbit pada 16 April 2020 itu menyebutkan, video itu merupakan rekaman peristiwa di pantai Libya. Puluhan jenazah imigran Afrika dievakuasi ke darat dari kapal karam pada 2014. Anda bisa membacanya di bit.ly/KapalKaramImigran.
FAKTA
Video puluhan jenazah warga Afrika terdampar di pantai direkam di Libya pada 2014. Mereka adalah imigran korban kapal tenggelam. Bukan orang yang dibuang karena terpapar Covid-19.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=8Y4CaUASVPM
https://www.youtube.com/watch?v=LCNwf2BEMfA
https://www.youtube.com/watch?v=BUgKwymoGHc

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
