
Photo
DEMO mahasiswa 11 April lalu rupanya masih menyisakan banyak kabar palsu. Contohnya informasi yang menyebar menggunakan capture kiriman Twitter. Katanya, ada salah satu anggota kepolisian yang meninggal dunia saat mengamankan demo di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).
”Bulan Ramadhan Berduka. #InnalillahiWainnailaihiRojiun
#TangkapPendemoRusuh #StopRadikalisme,” tulis akun Facebook Aliansi Anti Radikalisme Indonesia pada 12 April 2022. Akun tersebut juga menyertakan capture ucapan belasungkawa.
”Beliau gugur dalam pengamanan Demo Kendari. Apakah @KomnasHAM mau mengutuk pelaku demo itu? Atau untuk polisi tidak ada HAM?” bunyi keterangannya. Capture tersebut menunjukkan nama Imam Agus Husein, alumnus Akpol berpangkat ipda (bit.ly/PamDemoKendari).
Informasi itu janggal. Pasalnya, tak ada informasi resmi penyebab kematian perwira polisi tersebut. Hanya menyebar melalui akun medsos yang mengabarkan kematian perwira itu akibat mengamankan demonstrasi. Seperti akun Twitter dari @Dennysiregar7 yang menulis soal kematian perwira polisi tersebut. Nah, Anda bisa melihat kiriman akun Facebook Oks Orthoniadus Enudhie di bit.ly/CaptureAsal.
Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divhumas Polri Kombespol Gatot Repli Handoko menegaskan, kabar Ipda Imam Agus Husein meninggal akibat bentrokan itu hoax. ”Hoax ya. Meninggal karena kecelakaan di mobil rantis,” ujarnya kepada Jawa Pos Senin (18/4). Mantan Kabidhumas Polda Jatim itu menyebutkan, saat perjalanan, Ipda Imam terkena pintu kendaraan mobil taktis Barracuda dan mengenai dada.
Informasi tersebut juga diulas jawapos.com. Judul berita itu ”Polri Berduka, Ipda Imam Agus Husain Meninggal Dunia, Polisi: Bukan karena Demo, tapi Kecelakaan”.
Kabidhumas Polda Sultra Kombespol Ferry Walintukan menjelaskan, perwira Brimob Polda Sultra tersebut meninggal karena kecelakaan. Bukan karena bentrokan demonstrasi. ”Bukan karena demo, tapi karena kecelakaan. Tidak ada hubungannya dengan demo,” katanya.
Ferry menerangkan, saat pengamanan unjuk rasa 11 April di Kendari, Imam ditugaskan sementara membawa kendaraan taktis. Kemudian mengalami benturan di dalam mobil sehingga tidak sadarkan diri. ”Dia lagi di atas mobil, kemudian terbentur di pintunya. Mobil Brimob itu berat,” ujarnya.
Nah, penjelasan Kabidhumas Polda Sultra tersebut memperjelas bahwa Imam meninggal karena mengalami benturan di dalam kendaraan taktis. Saat benturan itu, kondisi demonstrasi sudah berangsur pulih. Jadi, bukan karena pelaku demonstrasi. Selengkapnya, Anda dapat membacanya di bit.ly/KarenaBenturan.
FAKTA
Ipda Imam Agus Husein meninggal karena kecelakaan di dalam kendaraan taktis. Insiden itu terjadi saat kondisi demonstrasi di Kendari, Sultra, berangsur pulih.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
