Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 8 November 2019 | 22.53 WIB

Kereta Berhenti karena Masinis Beli Makan? Begini Cerita Sebenarnya

Rangkaian gerbong kereta api melintas di perlintasan kereta api di kawasan Mangga Dua, Jakarta, Rabu (4/9/2019). Dinas Perhubungan DKI Jakarta akan menutup seluruh Perlintasan sebidang secara bertahap. Penutupan perlintasan kereta api merupakan bagian dar - Image

Rangkaian gerbong kereta api melintas di perlintasan kereta api di kawasan Mangga Dua, Jakarta, Rabu (4/9/2019). Dinas Perhubungan DKI Jakarta akan menutup seluruh Perlintasan sebidang secara bertahap. Penutupan perlintasan kereta api merupakan bagian dar

JawaPos.com - Jagat maya baru-baru ini dihebohkan dengan adanya peristiwa kereta api berhenti tepat di perlintasan sebidang, disebut-sebut karena ada petugas yang membeli makanan di warung. Kejadian tersebut terjadi di stasiun Parungkuda, Sukabumi, Jawa Barat.

Lantas, apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa seorang petugas turun tepat di palang pintu perlintasan kereta api?

Menanggapi kabar viral tersebut, Vice President Public Relations PT KAI, Edy Kuswoyo menyampaikan, alasan kereta berhenti bukanlah karena asisten masinis sedang membeli makanan. Ia menyebut bahwa hal tersebut sudah menjadi hal normal di Stasiun Parangkuda.

"Hoax, tidak benar kalau penutupan itu karena menunggu masinis. Itu biasa seperti itu," jelasnya kepada JawaPos.com, Jumat (8/11).

Berhentinya kereta api yang berimbas pada tertutupnya seluruh palang perlintasan kereta api itu disebabkan adanya proses menaikkan dan menurunkan para penumpang.

"Setiap kereta api yang berhenti di Stasiun Parungkuda, lokomotifnya akan menutup Jalan Parakan Salak yang tepat berada di ujung emplasemen (emplacement) stasiun," tambahnya.

Pasalnya, stasiun tersebut memiliki area yang kecil dan emplasemen stasiun kurang panjang. Dengan begitu, kepala dari Lokomotif CC 206 13 33 itu pun menjadi 'offside'.

"Makanya posisi Semboyan 10 G yang merupakan tanda berhenti lokomotif berada sejajar dengan perlintasan sebidang," tutur dia.

Kejadian tersebut berlangsung pada 31 Oktober 2019. Kereta tersebut memiliki jadwal keberangkatan dari stasiun Sukabumi pada 15.45 WIB dan dijadwalkan tiba di Stasiun Bogor pada 17.48 WIB.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore